Malang Raya

Truk Besar yang Melintasi Kepanjen Kabupaten Malang Sering Disambati Warga, Ini Alasannya . . .

Banyaknya armada angkutan barang bertonase besar melewati jalan A Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai dikeluhkan warga

Truk Besar yang Melintasi Kepanjen Kabupaten Malang Sering Disambati Warga, Ini Alasannya . . .
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Truk yang melintas di Kepanjen, Kabupaten Malang, sering dikeluhkan warga karena menimbulkan macet, Selasa (2/1/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Banyaknya armada angkutan barang bertonase besar melewati jalan A Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai dikeluhkan warga.

Pasalnya, dampak dari lalu lalangnya truk angkutan barang seperti truk kontainer, truk gandeng, dan jenis angkutan barang dengan ukuran cukup besar seringkali menimbulkan kepadatan dan kemacetan lalu lintas di Kepanjen.

Salah satu warga Jalan A Yani, Sumadi mengatakan, dulu ketika Kepanjen masih belum ramai seperti sekarang ini lalu lalangnya truk angkutan barang bertonase besar tidak menjadi persoalan. Karena kondisi Jalan Raya A Yani ada di tengah Kepanjen masih belum terlalu padat.

"Namun saat ini dengan lalu lintas yang cukup ramai ditambah truk bertonase besar lewat membuat jalanan Kepanjen semakin padat. Bahkan, seringkali tersendat dan terjadi kemacetan panjang," kata Sumadi, Selasa (2/1/2017).

Untuk itu, harap Sumadi, armada pengangkut barang bertonase besar sudah selayaknya tidak lagi dilewatkan Jalan A Yani, Kepanjen. Armada truk bertonase besar tersebut bisa dilewatkan Jalinbar Kepanjen semuanya.

Dengan demikian, lalu lintas di tengah Kepanjen tidak terlalu padat dan hanya diperuntukkan bagi kendaraan ukuran kecil dan sedang serta sepeda motor. Ini dikarenakan sampai saat ini di Kepanjen masih ada angkutan tradisional seperti becak dan dokar yang juga melayani penumpang di jalan tengah Kepanjen tersebut.

"Itu harapan kami demi keamanan dan kenyamanan serta ketertiban lalu lintas di jalanan Kepanjen Malang," ucap Sumadi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help