SuryaMalang/

Pasuruan

Annisah Novia Saraswati, Gadis Cantik Pasuruan Ini Punya Aktivitas Mulia di Bidang Pendidikan

Di balik kesibukannya di KPU, siapa sangka, Nissa, sapaan akrab perempuan ini ternyata memiliki kegiatan sosial bersama teman-temannya

Annisah Novia Saraswati, Gadis Cantik Pasuruan Ini Punya Aktivitas Mulia di Bidang Pendidikan
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Annisah Novia Saraswati 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Parasnya cantik. Dia adalah Annisah Novia Saraswati. Perempuan berjilbab itu kini menjabat sebagai staf humas di Kantor Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan.

Di balik kesibukannya di KPU, siapa sangka, Nissa, sapaan akrab perempuan ini ternyata memiliki kegiatan sosial bersama teman-temannya.

Alumni FISIP Universitas Jember ini memiliki kegiatan sosial di bidang pendidikan. Kepada SURYAMALANG.COM, Nissa mengaku pernah menjadi fasilitator pendidikan di pelosok-pelosok negeri kala itu. Ceritanya, ia pernah membuat program peduli pendidikan di Desa Sumber Jambe, Jember.

Saat itu, ia menggerakkan rekan-rekannya untuk menjadi fasilitator pembangunan sekolah yang masih dari gubuk dan lantai tanah.

"Bukan pembangunan secara infrastuktur, tapi secara SDM, kami bantu anak-anak yang mayoritas anak petani itu untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya pendidikan," katanya.

Ia mengaku menyebarkan virus peduli pendidikan ini tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Sebelum membuat program ini, Nissa mengaku sangat miris melihat anak-anak yang bermain di ladang padahal itu saat jam sekolah.

"Bukan tidak ada sekolah, ada sekolah, meski kondisinya sederhana. Ini hanya soal kesadaran semata. Dari situ, kami tergerak untuk melakukan gerakan peduli pendidikan dengan mengajak mereka untuk membangun sekolah agar sekolahnya layak huni dan nyaman dijadikan tempat menuntut ilmu," papar Nissa.

Perempuan kelahiran Pasuruan, 13 November 1993 ini mengatakan, pendidikan itu sangat penting

Dengan pendidikan yang baik, mereka punya bekal untuk hidup yamg lebih baik, meskipun nantinya tetap bekerja di ladang. Tapi, dengan pendidikan mereka bisa mengelolanya menjadi lebih baik.

"Saat itu, dananya dari diri sendiri, dari donatur juga. Kami sampaikan bahwa kami akan melakukan kegiatan sosial. Kami sampaikan input dan outputnya. Di Pasuruan, saya dan teman-teman sedang merencanakan kegiatan serupa meski nanti konsepnya tak sama," tutupnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help