Malang Raya

Jangan Sembarangan Ucapkan Sapaan 'Hei', Sebab Bisa Jadi Akan Memicu Pertumpahan Darah

Saat melintas itu, salah satu tersangka menyapa dengan kalimat 'Hei' dan langsung dijawab salah satu pemuda yang cangkrukan 'Hei'

Jangan Sembarangan Ucapkan Sapaan 'Hei', Sebab Bisa Jadi Akan Memicu Pertumpahan Darah
YouTube
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Diduga melakukan pemukulan, Adp (25), Idp (24), dan Anp (16) ketiganya warga Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang harus berurusan dengan Polisi.

Ketiganya dilaporkan melakukan pemukulan terhadap salah satu pemuda hingga mengalami luka di kepala.

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menjelaskan, berdasar laporan masuk disebutkan kasus tersebut berawal dari sejumlah pemuda cangkrukan di depan salah satu bengkel di Desa Kromengan sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa (2/1/2018). Saat itu, melintas tiga tersangka di dekat sejumlah pemuda.

"Saat melintas itu, salah satu tersangka menyapa dengan kalimat 'Hei' dan langsung dijawab salah satu pemuda yang cangkrukan 'Hei'," kata Farid Fathoni mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Kamis (4/1/2018).

Rupanya, menurut Farid, jawaban dari sapaan salah satu pemuda yang cangkrukan membuat tiga tersangka tersinggung. Ketiganya yang berboncengan sepeda motor berhenti.

Tanpa bertanya, ketiganya langsung memukuli salah satu pemuda yang memberi jawaban sapaanya. Bahkan, salah satu tersangka sempat memukulkan gelas ke kepala pemuda yang cangkrukan di tepi jalan hingga terluka. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu langsung melerai pertikaian. Namun karena salah satu pemuda terluka, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kromengan.

Jajaran Polsek Kromengan setelah menerima laporan, ungkap Farid, mendatangi lokasi kejadian. Dan mengamankan tiga pelaku tersangka pemukulan.

"Ketiga tersangka langsung diamankan beserta barang bukti pecahan gelas, dan tersangka terancam dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," tutur Farid Fathoni.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help