Malang Raya

Warga Diharap Waspada Status Tanah Sengketa di Desa Turirejo Kabupaten Malang

Masyarakat diharapkan waspada dalam membeli tanah kavling sengketa di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang

Warga Diharap Waspada Status Tanah Sengketa di Desa Turirejo Kabupaten Malang
IST
Tanah yang disengketakan di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Masyarakat diharapkan waspada dalam membeli tanah kavling sengketa di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Ini setelah belum adanya keputusan hasil sidang mediasi atas sengketa tanah di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen Malang.

Tanah seluas 3.665 m2 yang mulai dipasarkan kepada masyarakat dalam ukuran kavling oleh salah satu pengembang perumahan belum ada keputusan status kepemilikan yang sah dalam persidangan di PN Kepanjen Malang.

"Kami hanya tidak ingin masyarakat yang mau membeli tanah kavling itu dirugikan atas persoalan status tanah. Makanya masyarakat harus waspada atas status tanah yang masih bersengketa," kata Marihot GT Sihombing SH, kuasa hukum lima penggugat sidang gugatan perdata di PN Kepanjen, Kamis (4/1/2018).

Dijelaskan Marihot Sihombing, dalam persoalan sengketa tanah tersebut juga diduga ada unsur pemalsuan tanda tangan dalam akta jual beli dan pengalihan hak atas tanah. Ternyata akta jual beli tanah dan pengalihan hak atas tanah tersebut juga belum terdaftar di kantor pertanahan Kabupaten Malang.

Hanya saja, menurut Marihot Sihombing, tanah seluas 3.665 m2 tersebut sudah dilakukan perataan dan pengurukan serta dipecah menjadi 21 kavling tanah untuk dipasarkan oleh salah satu pengembang kawasan perumahan. Hal itu diduga ada unsur pelanggaran pidana atau masuk kedalam kasus penyerobotan tanah.

"Makanya, kami juga telah membuat laporan ke Polisi atas dugaan penyerobotan tanah serta pemalsuan tanda tangan," ucap Marihot Sihombing.

Untuk itu, tambah Marihot, pihaknya sekali lagi mengharapkan masyarakat yang berminat membeli tanah kavling di Desa Turirejo menunggu adanya kejelasan status tanah yang masuk dalam sengketa.

"Kami tidak bermaksud menghalani warga membeli tanah kavling perumahan, tapi warga harus waspada soal status tanah yang dibelinya daripada mendapat masalah dikemudian hari," tutur Marihot Sihombing.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help