SuryaMalang/

Lamongan

Saat Koruptor Masih Percaya Pengandaan Uang, Duh! Sampai Lapor Polisi di Lamongan

Radji menawarkan penggandaan uang kepada Asmungi. Korban pun tergiur dengan tawaran pelaku.

Saat Koruptor Masih Percaya Pengandaan Uang, Duh! Sampai Lapor Polisi di Lamongan
IST
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN – Radji (55) sudah mendekam di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) karena terjerat kasus penipuan.

Tetapi dia masih beraksi di Lapas.

Kali ini korbannya adalah temannya yang juga penghuni Lapas, Asmungi (54).

Asmungi adalah terpidana kasus korupsi

Dalam akasinya, Radji menawarkan penggandaan uang kepada Asmungi.

Korban pun tergiur dengan tawaran pelaku.

Bahkan korban sanggup memenuhi semua persyaratan yang diminta Radji.

Untuk memenuhi syarat, Asmungi minta keluarganya yang membesuk menyiapkan sejumlah uang sebagai mahar pada Oktober 2017 dan November 2017.

Korban minta uang kepada keluarganya sebesar Rp 18, 4 juta.

Uang itu digunakan untuk membeli pengikat uang yang digandakan.

Perinciannya, sebesar Rp 3, 1 juta untuk membeli 1 kambing kendit, sebesar Rp 8, 6 juta untuk membeli minyak Jafaron, sebesar Rp 600 ribu untuk membeli candu, dan sebesar Rp 3 juta untuk menyumbang empat masjid.

Kepada korban, pelaku menyebut uang itu akan digandakan menjadi Rp 2, 8 miliar.

Ternyata tersangka tidak pernah memenuhi janji untuk menggandakan uang.

“Kasusnya baru dilaporkan.

“Kami masih menyelidiki dengan minta keterangan dari beberapa pihak,” kata AKP Suwarta, Kasubag HumasPolres Lamongan.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help