Malang Raya

Pakde Karwo Ungkap Fakta Baru Terkait Rencana Jalan Tol ke Kota Batu, Bukan Dari Pasuruan

Gubernur Jatim mengatakan masih dalam pembebasan lahan dan penawaran pihak ketiga atau pihak penggarap.

Pakde Karwo Ungkap Fakta Baru Terkait Rencana Jalan Tol ke Kota Batu, Bukan Dari Pasuruan
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Gubernur Jatim Soekarwo saat menghadiri serah terima jabatan Wali Kota Batu di DPRD Batu, Senin (8/1/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Gubernur Jatim, Soekarwo yang menghadiri serah terima jabatan Wali Kota Batu, menegaskan, kepada Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, agar menerapkan e-budgeting.

Karena dengan e-budgeting ini bisa meminimalisir terjadinya mark up dalam penganggaran atau pengadaan barang dan jasa dilingkup pemerintahan.

Soekarwo menegaskan kalau dengan e-budgeting semua pengeluaran anggaran bisa terpantau serta terkendali secara detail.

Karena mengingat, bahwa musibah yang menimpa Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko karena kasus pengadaan mebeler di Pemkot Batu.

"Ya belajar dari kasus sebelumnya, bahwa e-budgeting harus diterapkan. Di situ nanti detail penggunaan anggaran seperti apa," kata Soekarwo seusai acara serah terima jabatan, di DPRD Batu, Senin (8/1/2018).

Pria yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini menambahkan di Kota Batu dari tingkat kota se Jatim, yang paling membantu pendapatan ialah dari perdagangan.

Setidaknya perdagangan seperti barang importir, lalu jasa perbengkelan motor dan mobil sebesar 18 persen.

"Pertanian justru nomor dua di Batu. Kota Batu juga banyak tempat wisata yang bisa dieksplorasi, lebih ditingkatkan lagi pendapatan dari segi retribusi, hotel, parkir," kata dia

Saat ditanya terkait rencana Tol Batu, ia mengungkapkan kalau sudah satu paket dengan pembangunan jalan Tol di beberapa daerah.

Seperti Gresik-Tuban, Porong-Mojokerto, dan Kertosono-Kediri, serta Singosari-Batu.

Ia mengatakan masih dalam pembebasan lahan dan penawaran pihak ketiga atau pihak penggarap.

"Nanti tidak jadi dari Pasuruan. Dari Singosari ke Kota Batu. Luasnya nanti bertambah, dari 200 hektar menjadi 400 hektar," imbuh dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help