Malang Raya

Bandel, PKL Masih Saja Memadati Area 'Terlarang' di Kepanjen Kabupaten Malang

Ini setelah keberadaan PKL yang menempati trotoar jalan, tepi jalan, dan sebagainya dirasa telah mengganggu ketertiban dan estetika Kepanjen

Bandel, PKL Masih Saja Memadati Area 'Terlarang' di Kepanjen Kabupaten Malang
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Camat Kepanjen, Abai Saleh, saat meninjau lapak PKL di Kepanjen Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Keberadaan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai disikapi Muspika Kecamatan Kepanjen.

Ini setelah keberadaan PKL yang menempati trotoar jalan, tepi jalan, dan sebagainya dirasa telah mengganggu ketertiban dan estetika Kepanjen.

Camat Kepanjen, Abai Saleh mengatakan, sebenarnya sudah dua kali dilakukan sosialisasi terhadap PKL. Terutama PKL yang menempati sejumlah lokasi yang dilarang.

Namun, rupanya sosialisasi dan pembinaan yang dilakukan hanya bertahan beberapa hari saja. Dan PKL kembali menempati lokasi yang dilarang untuk jualan di sejumlah ruas jalan.

"Untuk itu, kami kembali lakukan sosialisasi ketiga kalinya kepada PKL untuk tidak berjualan di lokasi yang dilarang," kata Abai Saleh, Selasa (9/1/2018).

Dijelaskan Abai Saleh, PKL yang telah dilakukan sosialisasi dan pembinaan berada di sejumlah titik di Kepanjen. Yakni PKL di sepanjang trotoar depan RSUD Kanjuruhan, depan Kantor Dispendukcapil, jalan kelurahan Panarukan, dan sebagainya.

Para PKL tersebut diminta untuk tidak lagi menempati trotoar dan bahu jalan untuk berjualan. Terlebih, baik di RSUD Kanjuruhan dan Kantor Dispendukcapil Kabupaten Malang sudah disediakan tempat PKL.

Di samping itu, ungkap Abai Saleh, tim Muspika Kecamatan Kepanjen juga melakukan pembinaan dan sosialisasi terhadap para juru parkir di sejumlah titik lokasi di Kepanjen.

Para Jukir diminta tidak memanfaatkan trotoar sebagai tempat parkir. Selanjutnya Jukir juga dilarang memanfaatkan bahu jalan yang sebenarnya tidak diperbolehkan untuk tempat parkir. Seperti di bahu jalan sepanjang Jalan Panji Kepanjen yang harus terbebas dari parkir pinggir jalan.

"Kami lakukan itu semua dalam rangka menjaga kebersihan, kenyamanan, ketertiban, keamanan, keindahan di Kepanjen dan penerapan Perda nomor 15 tahun 2013 tentang trotoar jalan.

"Dan kalau setelah dilakukan sosialisasi serta pembinaan ini ada yang tidak mengindahkan maka akan langsung dilakukan penertiban oleh Satpol PP bersama instansi terkait dalam tahapan berikutnya," tutur Abai Saleh.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help