Malang Raya

Bupati Rendra Kresna Perintahkan PDAM Kabupaten Malang Bangun Pompa Air di Sumber Air Wendit

Inilah sebenarnya persoalanya, nilai kontribusi pemanfaatan sudah kecil ditambah kami tidak pernah mendapat data sebenarnya

Bupati Rendra Kresna Perintahkan PDAM Kabupaten Malang Bangun Pompa Air di Sumber Air Wendit
SURYAMALANG.COM/Alfi Syahri Ramadan
Bupati Malang, Rendra Kresna. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Persoalan dalam memanfaatkan Sumber Air Wendit yang ada di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis antara Pemkab Malang dan Pemkot Malang dipastikan akan berlanjut.

Ini setelah Bupati Malang, Rendra Kresna, memerintahkan PDAM Kabupaten Malang segera membangun pompa air dan meteran air sama seperti milik PDAM Kota Malang di Sumber Air Wendit.

Rendra Kresna mengatakan, pembangunan pompa air dan meteran air di Sumber Air Wendit lebih sebagai upaya memenuhi permintaan masyarakat. Baik masyarakat di sekitar Sumber Air Wendit maupun masyarakat di perumahan dan industri yang ada di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dan sekitarnya.

"PDAM Kabupaten Malang silakan untuk memanfaatkan Sumber Air Wendit untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Malang. Jadi jangan dibilang kami berniat merebut sumber air yang memang milik Kabupaten Malang dari PDAM Kota Malang," kata Rendra Kresna, Selasa (9/1/2018).

Dijelaskan Rendra, dalam memanfaatkan Sumber Air Wendit sebagai kekayaan alam yang diberikan Tuhan YME tidak boleh ada yang merasa paling utama. Semua masyarakat memiliki hak yang sama dalam memanfaatkan Sumber Air Wendit.

Dengan demikian, PDAM Kabupaten Malang juga sangat boleh dan bisa memanfaatkan Sumber Air Wendit untuk memenuhi permintaan masyarakat yang menjadi pelanggannya.

Dikatakan Rendra, selama ini Sumber Air Wendit yang dimanfaatkan oleh PDAM Kota Malang tidak diketahui secara jelas dan pasti berapa besaran debit airnya. Ini dikarenakan PDAM Kota Malang tidak pernah memberikan data pasti kepada PDAM Kabupaten Malang untuk mengetahui dan mendata meter air yang ada di sumber Wendit.

Dengan demikian, data pemanfaatan air yang didapat selalu dari PDAM Kota Malang tanpa ada data pembandingnya. Hal itu berdampak pada berapa nilai sebenarnya kontribusi pemanfaatan Sumber Air Wendit untuk Kabupaten Malang juga belum diketahui.

"Inilah sebenarnya persoalanya, nilai kontribusi pemanfaatan sudah kecil ditambah kami tidak pernah mendapat data sebenarnya dari meter air di Wendit," ucap Rendra Kresna.

Memang, diakui Rendra, pembahasan soal besaran kontribusi pemanfaatan air dari Sumber Air Wendit di wilayah Kabupaten Malang sudah diambil alih Pemerintah Pusat. Rencananya, tanggal 18 Januari 2018 tim Pemkab Malang akan menyerahkan nilai kontribusi pemanfaatan Sumber Air Wendit ke Kementerian PUPR dan Mendagri serta Pemprov Jatim.

Usulan nilai kompensasi air tersebut telah dihitung berdasarkan perkiraan biaya produksi dan nilai keuntungan dari menjual air sumber Wendit.

"Kami berharap nilai kompensasi pemanfaatan air Wendit tidak terlalu rendah dan jauh dari harapan Pemkab Malang. Karena kami setiap tahun juga selalu alokasikan anggaran untuk pelestarian Sumber Air Wendit hingga puluhan miliar rupiah dari APBD Kabupaten Malang," tandas Rendra.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help