Kesehatan

Dosen Manis Universitas Negeri Malang Ini Bagi Tips Tentang Diet dan Gaya Hidup Sehat

Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, Septa Katmawanti SGz MKes memberikan tips tepat untuk diet dan menjaga hidup sehat

Dosen Manis Universitas Negeri Malang Ini Bagi Tips Tentang Diet dan Gaya Hidup Sehat
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, Septa Katmawanti SGz MKes. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Menjadi sehat dan memiliki berat badan ideal tentu menjadi impian setiap orang, terutama para wanita.

Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (UM), Septa Katmawanti SGz MKes memberikan tips tepat untuk diet dan menjaga hidup sehat.

“Jelas yang pertama konsumsi makanan harus dipantau. Sebagian besar masyarakat salah untuk menjadikan buah sebagai pencuci mulut. Buah harus dikonsumsi sebelum makan karena enzim dalam buah membantu menetralisi tubuh sebelum makan,” katanya pada SURYAMALANG.COM, Selasa (9/1/2018).

Buah sebagai pencuci mulut yang diajarkan Belanda saat menjajah Indonesia, menurut apa yang ia pelajari adalah sebuah strategi agar orang Indonesia tidak mengalami panjang umur.

“Untuk orang dewasa, cukup makan dua kali sehari dengan dua kali selingan. Usahakan konsumsi gula, garam, dan minyak sedikit, serta jangan lupa makan buah dan sayur setiap hari,” pesan sekretaris jurusan Kesehatan Masyarakat itu.

Sesuai piramida makanan, kebutuhan air putih manusia sangatlah tidak terbatas.

“Setelah itu baru kebutuhan atas karbohidrat. Usahakan konsumsi karbohidrat yang tinggi serat dan hanya  konsumsi satu jenis karbohidrat dalam satu kali makan,” lanjutnya.

Misalnya jika sudah ada nasi putih, tidak perlu lagi mengonsumsi kentang, mie, atau jagung, dan jenis karbohidrat lain. Lalu tambahkan dengan protein hewani dan nabati yang rendah lemak.

Tidak berhenti pada pemantauan pola makan, diet juga harus diiringi dengan aktivitas fisik yang seimbang.

“Lakukan kegiatan fisik selama 30 menit dalam sehari. Tapi bukan digabungkan dengan kegiatan rutin sehari-hari. Luangkan waktu untuk benar-benar berolahraga di luar kegiatan rutin setiap hari,” jelasnya.

Misalnya lari atau berenang dan bukan kegiatan seperti menyapu atau mengepel yang memang sudah bisa dilakukan.

“Selain itu juga lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin 6 bulan sekali untuk mengetahui kondisi tubuh. Kondisi tersebut juga menentukan aktivitas fisik yang harus dilakukan dan lama proses penurunan berat badan,” terang Septa.

Ia menuturkan, satu bulan diet dengan mengurangi porsi makan tanpa olahrga memang bisa menurunkan berat badan. Namun hasilnya tidak semaksimal jika menggunakan olahraga.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved