SuryaMalang/

Malang Raya

Dosen Universitas Negeri Malang Teliti Penetapan Standar dan Pembuatan Rapid Test Hormon Betatrophin

Deteksi dengan biomarker Betatrophin juga harapannya bisa segera dibuat rapid test, seperti test pack yang murah dan lebih praktis.

Dosen Universitas Negeri Malang Teliti Penetapan Standar dan Pembuatan Rapid Test Hormon Betatrophin
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Dosen Universitas Negeri Malang, Hendra Susanto SPd MKes PhD. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Kesadaran masyarakat untuk cek darah dan cek kesehatan masih sangat rendah.

Hal itu disayangkan klinisi dan peneliti yang bergerak di bidang medis.

Di antaranya adalah dosen Universitas Negeri Malang (UM), Hendra Susanto SPd MKes PhD yang meneliti bidang biomedis.

Saat ini dia berkolaborasi dengan Taiwan dan FK UB dan FK UGM mengembangkan standar untuk bio marker Betatrophin.

“Bethatrophin adalah hormon di hati manusia.”

“Betatrophin bisa dikembangkan menjadi biomarker untuk mencari bahan molekul, misalnya lipid di tubuh manusia.”

“Lipid tersebut bisa dideteksi kadar dan efeknya pada kesehatan manusia menggunakan Betatrophin,” jelas Hendra kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (11/1/2018).

Misalnya ekspresi Betatrophin meningkat pada pasien diabetes.

Sehingga seharusnya bisa ditentukan standar kadar Betatrophin pada tubuh untuk deteksi dini penyakit metabolik seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi.

Selama ini standarisasi Betatrophin adalah 1 nanogram per mililiter karena pasien dengan penyakit metabolik memiliki Betatrophin di atas angka 1 hingga angka 4.

Halaman
12
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help