SuryaMalang/

Nasional

Persekongkolan Fredrich Yunadi dengan Dokter Bimanesh Sutarjo demi Setya Novanto

PENGACARA BERSEKONGKOL DENGAN DOKTER. Mereka menghalangi penyidikan KPK terhadap tersangka megakorupsi Setya Novanto.

Persekongkolan Fredrich Yunadi dengan Dokter Bimanesh Sutarjo demi Setya Novanto
istimewa
Fredrich Yunadi saat menjadi pengacara Setya Novanto ketika bertemu dengan dokter Bimanesh Sutarjo. 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Beredar foto pengacara Fredrich Yunadi saat menangani kasus Setya Novanto bertemu dengan dokter Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo.

Mereka berdua diduga bersekongkol untuk memanipulasi rekaman medis Setya Novanto setelah terjadi kecelakaan yang menabrak tiang lampu penerangan jalan.

Tampak Fredrich sedang bersalaman dengan dokter Bimanesh yang sedang terlihat duduk.

Tidak ada ketegangan diantara keduanya, suasana pun tampak santai.

Koordinator Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai, kasus yang menjerat advokat Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo, menjadi peringatan kepada semua pihak agar tidak menggunakan profesi mereka untuk menghalangi penyidikan.

Fredrich dan Bimanesh ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan terkait kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

"Ini peringatan keras kepada pihak lain jangan menghalangi. Kalau menurut saya (perbuatan Fredrich dan Bimanesh) itu termasuk penyalahgunaaan profesi yang tidak dilindungi undang-undang. Yang dilindungi undang-undang kalau dia menjalankan profesi," kata Boyamin, Kamis (11/1/2018).

Seperti yang dilansir Kompas.com, Boyamin mengaku terkejut saat mengetahui keduanya terjerat dugaan tindak pidana menghalangi dan merintangi penyidikan e-KTP.

Dia khawatir, KPK salah langkah dengan penetapan pengacara dan dokter sebagai tersangka itu.

Menurut dia, berdasarkan aturan undang-undang, keduanya tidak bisa dipidana sepanjang tidak menyalahgunakan profesinya.

Halaman
123
Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help