SuryaMalang/

Malang Raya

Cewek di Malang Buang Bayinya yang Sudah Mati, Ternyata Alasan di Baliknya Bikin Air Mata Meleleh

Perempuan yang terpaksa membuang mayat bayinya itu berada di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota untuk dimintai keterangan.

Cewek di Malang Buang Bayinya yang Sudah Mati, Ternyata Alasan di Baliknya Bikin Air Mata Meleleh
mirror.co.uk
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Hingga Jumat (12/1/2018) siang, UYRU (23) masih berada di Polres Malang Kota.

Perempuan yang terpaksa membuang mayat bayinya itu berada di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota untuk dimintai keterangan.

Maryam Jameelah (21) aktivis dari Women’s Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara mengatakan, UYRU kondisinya masih kurang fit. Apalagi sejak Kamis (11/1/2018) malam ia tidak punya banyak waktu untuk tidur.

“Namanya orang habis melahirkan, kan begitu. Apalagi air asinya juga tidak keluar sehingga mengakibatkan nyeri,” ujar Mila, sapaan akrab Maryam Jameelah, Jumat (12/1/2018).

Bahkan hingga menjelang pagi, Mila masih melakukan komunikasi dengan UYRU melalui WhatsApp. Mila mengatakan, saat ini UYRU tidak ingin ibunya tahu terkait kasus yang ia alami. Pasalnya ibunya tengah mengidap sakit kanker payudara stadium empat.

Di sisi lain, pihak kepolisian membutuhkan sanak keluarga dari UYRU untuk dimintai keterangan. Sebelum dipindah ke Unit PPA Polres Malang Kota, UYRU dan Mila berada di Polsek Lowokwaru hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Unit Reskrim Polsek Lowokwaru memeriksa UYRU setelah selesai melakukan olah TKP di kamar kos UYRU sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat berada di Polsek Lowokwaru, UYRU terlihat biasa saja ketika banyak orang lalu lalang. Namun Mila mengatakan ia menangis saat kondisi sepi. Mila menyadari hal itu karena UYRU berada dalam tekanan dan penyesalan akibat perbuatannya.

Mila, psikolog WCC Dian Mutiara yang mendampingi UYRU mengatakan bahwa UYRU adalah korban pemerkosaan. Ia meminta agar masyarakat tidak bisa memahami situasi yang dialami UYRU.

"Jangan buru-buru menyebut pelaku. Dia adalah korban," ujarnya, Kamis (11/1/2018) di Mapolsek Lowokwaru.

Halaman
1234
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help