Pilkada Kota Malang

Periksa Kesehatan, Setiap Kandidat Habiskan Rp 17,6 Juta, Ini Rinciannya . .

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi syarat wajib bagi bakal calon untuk bisa atau tidak bisa mengikuti kontestasi sebuah Pilkada.

Periksa Kesehatan, Setiap Kandidat Habiskan Rp 17,6 Juta, Ini Rinciannya . .
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Tiga Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang berfoto bersama saat akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Jumat (12/1/2018). Tes Kesehatan ini merupakan persyaratan yang harus dilalui Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang dalam Pilkada Kota Malang 2018. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tiga pasangan bakal calon (Bacalon) kepala daerah Kota Malang menjalani pemeriksaan kesehatan hari terakhir di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Jumat (12/1/2018).

Pemeriksaan hari kedua ini merupakan pemeriksaan kesehatan fisik untuk Bacalon Pilkada Kota Malang 2018.

Kamis (11/1/2018) ketiga pasangan Bacalon itu telah menjalani pemeriksaan kesehatan kejiwaan.

Seperti diberitakan, pemeriksaan kesehatan ini menjadi syarat wajib bagi bakal calon untuk bisa atau tidak bisa mengikuti kontestasi sebuah Pilkada.

Hasil tes kesehatan itu akan berbunyi bahwa seseorang bisa mengikuti tahap selanjutnya dalam Pilkada, atau harus berhenti karena dinyatakan tidak sehat.

Kepala Tim Pemeriksaan Kesehatan Pilkada RSSA Dr dr I Wayan Agung Indrawan SpOG(K) menyebut beberapa kriteria bahwa seorang Bacalon direkomendasikan tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya.

"Nanti kami memberikan rekomendasi kepada KPU. Bunyinya bahwa bakal calon A atau B direkomendasikan tidak bisa maju ke tahap selanjutnya dengan catatan kesehatan seperti ini.

Atau kedua, bahwa bakal calon A atau B direkomendasikan bisa mengikuti tahap selanjutnya," ujar Agung kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (12/1/2018).

Kriteria yang bisa menyebabkan seorang Bacalon direkomendasikan tidak bisa mengikuti tahap selanjutnya adalah, pertama memiliki gangguan psikis dan kedua adanya gangguan fisik.

Gangguan psikis itu antara lain berupa memiliki kecurigaan besar atau berlebihan, schizophrenia, atau memiliki pikiran nyeleneh dalam tataran ilmu kejiwaan, serta IQ yang rendah.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help