SuryaMalang/

Malang Raya

Universitas Negeri Malang Masuk dalam Lima Terbaik Penerapan Kuliah Daring Kemenristekdikti

Dalam lima terbaik itu ada UM, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjajaran, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan (Unesa).

Universitas Negeri Malang Masuk dalam Lima Terbaik Penerapan Kuliah Daring Kemenristekdikti
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Prof Budi Eko Sucipto (kiri). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Universitas Negeri Malang (UM) termasuk dalam lima penyelenggara kuliah daring (online) terbaik versi Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dalam lima terbaik itu ada UM, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjajaran, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Penyelenggaran kuliah dari di Indonesia adalah 51 perguruan tinggi.

UM juga mendapat hibah Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) untuk 20 mata kuliah dari Kemenristekdikti pada 2017.

Wakil Rektor 1 UM, Prof Budi Eko Sucipto mengatakan dengan tambahan 20 mata kuliah, berarti UM memiliki 120 mata kuliah yang dilaksanakan secara daring.

“Kuliah daring yang kami lakukan menggunakan Blended learning, yaitu campuran antara tatap muka dengan pembelajaran.”

“Dengan perhitungan tatap muka tetap 16 pertemuan, namun jumlah jam kuliah berkurang,” kata Budi kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (12/1/2018).

Jumlah jam berkurang itu disebabkan karena sebagian kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring, seperti tugas, diskusi, kuis, dan ujian.

20 mata kuliah yang didanai Kemenristekdikti itu cukup merata untuk semua fakultas.

“Pengembangan kuliah daring di UM dilakukan sejak beberapa tahun lalu, dan didukung Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian UM.”

“Lembaga ini yang menyelenggarakan pelatihan untuk pengembangan kuliah daring secara rutin,” lanjut dosen Fakultas Ekonomi UM itu.

Sebenarnya, banyak mata kuliah yang diajukan UM untuk mendapat dana hibah Kemenristekdikti.

Namun Kemenristekdikti berwenang memilih sesuai kebijakan dan kebutuhan bidang di Indonesia.

“Kami mendapat dana untuk mata kuliah online sebesar Rp 250 juta, untuk mata kuliah terbuka Rp 15 juta, dan untuk materi terbuka sebesar Rp 21,3 juta,” tuturnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help