Home »

News

» Sains

Magelang

Hasil Penelitian Arkeolog pada 1.400 Koin Tahun 1740-an dari Sekitar Candi Borobudur

GUCI TERBELAH DI SAWAH DEKAT CANDI #BOROBUDUR. Isinya 1.400 uang koin sebelum kedatangan Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles.

Hasil Penelitian Arkeolog pada 1.400 Koin Tahun 1740-an dari Sekitar Candi Borobudur
KOMPAS.com/Ika Fitriana
Koin tembaga bergambar lambang VOC ditemukan warga situs/dusun Bowongan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Saat ini uang koin itu diteliti oleh tim ahli dari Balai Konservasi Borobudur, Jumat (12/1/2018). 

SURYAMALANG.COM, MAGELANG - Balai Konservasi Borobudur (BKB) meneliti ribuan koin yang diduga peninggalan Vereenigde Oostindische Compagnie ( VOC).

Koin tersebut ditemukan di Dusun Bowongan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Magelang, Jawa Tengah.

Awal Desember 2017, warga menemukan lebih dari 1.400 koin saat menggali tanah yang akan digunakan pembuatan batu-bata. Saat itu semua koin berada dalam guci tembaga yang sudah terbelah dua.

Penemuan tak disengaja ini kemudian menjadi viral setelah warga lain mengunggah keberadaan koin tersebut ke media sosial.

Barulah pada pertengahan Desember 2017, tim arkeolog BKB meninjau lokasi penemuan yang ternyata merupakan situs cagar budaya sebagaimana tercantum dalam keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 286 tahun 2014 tentang Satuan Ruang Geografis Borobudur sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Setelah melalui pendekatan persusif, penemu bersedia meminjamkan uang koin itu kepada tim arkeolog BKB untuk diteliti apakah merupakan cagar budaya yang harus dilindungi atau bukan. Namun sayang, guci wadah koin itu sudah tidak ada.

Winda Diah Puspita Rini, arkeolog BKB, berkata pihaknya sudah membersihkan 200 dari 1.400 koin yang ditemukan. Sebab awalnya koin tersebut tertutup gumpalan tanah.

"Sedikit demi sedikit kami pisahkan koin-koin itu, dan berhasil kami lepas 200 keping. Setelah itu, kami bersihkan dengan perawatan khusus supaya tidak merusak wujud aslinya," jelas Winda, kepada Kompas.com, Jumat (12/1/2018).

Pembersihan dilakukan dengan air perasan jeruk nipis dan soda kue. Peneliti harus menggunakan alas tangan latex saat memegang, guna melindungi koin berdiameter 2 sentimeter itu.

Peneliti juga memakai X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui kandungan unsur koin.

Halaman
123
Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help