Bima

Puluhan Senjata Api Rakitan untuk Perang Antarkampung di Bima

Inilah puluhan pucuk senjata api rakitan sisa perang warga antarkampung di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Puluhan Senjata Api Rakitan untuk Perang Antarkampung di Bima
KOMPAS.com/Syarifudin
SENPI - Puluhan pucuk senjata api rakitan yang dikumpulkan polisi untuk dimusnahkan di Polda NTB, Sabtu (13/01/2018). 

SURYAMALANG.COM, BIMA - Puluhan pucuk senjata api (senpi) rakitan sisa perang warga antarkampung di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dimusnahkan, Sabtu (13/01/2018).

Pemusnahan senjata ilegal ini dilakukan Polda NTB di lapangan Mapolres Bima.

Pemusnahaan senpi rakitan ini disaksikan Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri, jajaran Polres, TNI, Brimob, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan komunitas motor.

Kapolda NTB, Irjen Firli mengatakan, puluhan pucuk senjata api tersebut merupakan hasil sitaan polisi dari kelompok warga yang kerap terlibat konflik antarkampung. Sebagian diserahkan masyarakat secara sukarela.

”Senpi rakitan ini hasil penyitaan dan penyerahan masyarakat secara sukarela sejak tahun 2017,” ucap Kapolda Firli.

Sebagian besar senjata yang dimusnahkan tersebut dalam bentuk laras panjang. Ada juga yang berukuran standar.

Dalam kesempatan itu, Firli meminta masyarakat sadar hukum. Utamanya tidak menyimpan dan menguasai senjata api secara ilegal.

“Kami juga meminta masyarakat yang masih menyimpan senpi segera menyerahkan dengan cara baik-baik. Sebab, senjata api dan sejenisnya rawan digunakan untuk melakukan tindak kejahatan,” kata Firli.

Pantauan wartawan di lokasi pemusnahan, satu per satu senpi rakitan dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan gerinda.

Selain senpi, puluhan knalpot racing hasil sitaan dari para pengendara juga ikut dimusnahkan. kompas.com

Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help