Media Sosial

Perselingkuhan Bisa Muncul dari Media Sosial, Berikut Tanda-Tandanya, Silakan Disimak Baik-Baik

"Kerahasiaan atau komunikasi yang tersamarkan sering terjadi. Tapi tidak selalu tergolong pada micro-cheating," ujarnya.

Perselingkuhan Bisa Muncul dari Media Sosial, Berikut Tanda-Tandanya, Silakan Disimak Baik-Baik
thesun
Instagram 

SURYAMALANG.COM - Menyukai foto-foto orang di Instagram dan memberikan tanda "like" boleh jadi dianggap sebagai hal biasa di era digital ini.

Namun, dampak dari menyukai foto orang ternyata bisa lebih hebat dari yang kita pikirkan.

Psikolog dari University of South Wales, Dr Martin Graff menemukan istilah baru, yaitu "micro-cheating (selingkuh kecil)" yang diartikan sebagai tindakan di dunia maya yang dianggap sebagai ketidakjujuran seseorang terhadap pasangannya.

Yang termasuk dalam aksi selingkuh kecil ini termasuk melihat-lihat postingan mantan kekasih di media sosial, mengirim emoji intim kepada orang yang bukan pasangan, dan menyimpan kontak lawan jenis dengan nama samaran.

"Bisa juga suatu hal sederhana seperti selalu memberi tanda "like" di postingan seseorang di Instagram atau mengomentari postingan status seseorang di Facebook," kata Graff.

Saat ini hampir setiap orang muda memiliki akun media sosial, bahkan bisa lebih dari dua. Hal ini membuat para pasangan menyepakati kembali hal-hal apa saja yang dianggap wajar dan boleh dilakukan oleh pasangan mereka saat berada di dunia maya.

Pada dasarnya aksi di media sosial yang masuk ke dalam kategori "selingkuh kecil" yaitu hal-hal yang dilakukan di belakang pasangannya. Tindakan tersebut bisa memicu konflik dengan pasangannya.

"Kerahasiaan atau komunikasi yang tersamarkan sering terjadi. Tapi tidak selalu tergolong pada micro-cheating," ujarnya.

Ia percaya bahwa micro-cheating adalah konsep yang nyata, yang tidak semua orang meyakininya.

Data-data ternyata mendukung argumen Graft tersebut. Perceraian gara-gara media sosial ternyata merupakan fenomena global. Di Inggris, 33 persen pasangan yang bercerai mengaku perpisahan mereka dipicu oleh Facebook. Sementara di Indonesia, sekitar 80 persen konflik antara pasangan yang akhirnya bercerai ternyata juga disebabkan oleh media sosial.

Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help