Nasional

Tersangka Korupsi Bahas Uang Sogok Rp 240 Juta di Musala Gedung KPK

AUDITOR BPK ke musala gedung KPK, semppat juga membahas uang sogok Rp 240 juta dari pejabat kementerian.

Tersangka Korupsi Bahas Uang Sogok Rp 240 Juta di Musala Gedung KPK
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Auditor BPK Ali Sadli bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (17/1/2018).( 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Auditor Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri membantah menerima suap dari pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Namun, Rochmadi ternyata pernah mengajak bawahannya Ali Sadli selaku Kepala Sub Auditorat III Auditorat Keuangan Negara untuk mengakui penerimaan uang Rp 200 juta.

Hal itu dikatakan Ali Sadli saat bersaksi untuk Rochmadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (17/1/2018).

"Iya betul, waktu itu saya bilang, itu bagus Pak," ujar Ali Sadli kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Awalnya, jaksa KPK membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Ali Sadli.

Dalam BAP, Ali mengatakan bahwa saat bertemu di musala Gedung KPK, Rochmadi meminta Ali juga mengakui pemberian dari Kemendes.

Saat itu, Rochmadi mengatakan, 'Mas mengaku saja untuk yang Rp 200 juta juga, nanti saya bantu dari luar'. Mendengar permintaan itu, Ali Sadli hanya diam.

Beberapa waktu kemudian, Rochmadi mengatakan, "Mas, kayaknya saya mau ngaku saja".

Ali kemudian menjawab, "Iya Pak, bagus begitu Pak".

Auditor Utama Keuangan Negara III BPK, Rochmadi Saptogiri, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (25/10/2017).
Auditor Utama Keuangan Negara III BPK, Rochmadi Saptogiri, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (25/10/2017). (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Meski demikian, dalam BAP, Ali mengatakan bahwa ia tidak tahu apakah Rochmadi benar-benar mengakui perbuatan kepada KPK. Ia juga tidak mau mengakui menerima Rp 200 juta yang diterima Rochmadi.

Ali hanya mengaku kepada penyidik KPK mengenai uang Rp 40 juta yang ia terima dari pejabat Kemendes saat operasi tangkap tangan.

Dalam kasus ini, Ali dan Rochmadi didakwa menerima suap Rp 240 juta dari pejabat Kemendes.

Uang tersebut diduga diberikan dengan maksud agar Rochmadi menentukan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemendes tahun anggaran 2016. kompas.com

Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved