Gresik

Kisah Remaja dan Balita Naik Motor Tanpa Helm dari Pati sampai Gresik

REMAJA 18 TAHUN dan sepupunya yang masih balita, naik motor tanpa helm sejauh 192 Km, dari Pati di Jateng sampai #Gresik di Jatim. KISAHNYA-->>

Kisah Remaja dan Balita Naik Motor Tanpa Helm dari Pati sampai Gresik
KOMPAS.com /Hamzah
Sholikhatun saat bertemu dengan Maulana Zaula Ziki Oktavian di Polres Gresik. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Diki Maulana (18) asal Pati, Jawa Tengah, naik motor bersama sepupunya yang masih empat tahun, Maulana Zaula Ziki Oktavian, kesasar sampai Gresik, Jawa Timur.

Anehnya, selama menempuh perjalanan sekitar 192 Km itu, mereka tidak mengenakan helm.

Padahal, jika lewat jalur pantai utara Jawa, mereka melintasi setidaknya empat wilayah kabupaten: Rembang, Tuban, Bojonegoro dan Lamongan

Diki kepada polisi mengaku berangkat dari Juwana, Pati pada Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 09.30 WIB dan sampai di Gresik sekitar pukul 18.30 WIB.

Kejadian ini diketahui setelah orangtua Maulana Zaula Ziki Oktavian, pasangan Teguh (35) dan Sholikhatun (30), warga Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Pati, melapor ke polisi. 

Awalnya, anak mereka diajak jalan-jalan oleh sepupunya, Diki Maulana.

Namun, hingga menjelang malam, Maulana dan Diki tak kunjung pulang.

 “Akhirnya pada pukul 20.00 WIB (Minggu malam), saya dan suami memberanikan diri untuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Juwana. Selain itu, kami juga menyebar foto anak kami di media sosial (medsos),” tuturnya.

Usaha menyebar foto anaknya yang hilang melalui medsos membuahkan hasil.

Sholikhatun dan Teguh mendapatkan kabar anaknya ditemukan di Gresik pada Senin (22/1/2018) sekitar pukul 01.00 WIB.

Posisi mereka akhirnya diketahui setelah ada warga yang menemukan balita menangis di sekitar Jembatan Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik pada Minggu (21/1/2018) malam.

Warga menghampiri balita itu dan mengamankan Diki, untuk kemudian diserahkan ke polisi. 

Seketika itu juga, pasangan suami-istri ini langsung berangkat menuju Gresik untuk menjemput sang buah hati.

“Diki itu memang depresi dan kurang normal, sebab kalau diajak ngobrol sekarang kadang nggak nyambung. Ini tentu pelajaran berharga bagi kami berdua,” sambung dia.

“Kami masih mendalaminya, dan ini semua masih kami mintai keterangan. Termasuk keluarganya yang sudah datang dari Juwana, Pati,” tutur Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro, Senin (22/1/2018). kompas.com

Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help