Malang Raya

Jual Dupa dengan 24 Varian Aroma, Sehari Bisa Laku 20 Pak

Dupalo yang sudah memproduksi dupa sejak nenek moyang itu menjual dupa dengan berbagai ukuran kemasan dan dengan harga berkisar Rp 15-75 ribu.

Jual Dupa dengan 24 Varian Aroma, Sehari Bisa Laku 20 Pak
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
ILUSTRASI - Pekerja home industri dupa memproduksi dupa Samkai setengah jadi di kawasan Pakisaji, Kabupaten Malang, Kamis (25/1/2018). Dupa Samkai setengah jadi ini dijual Rp 600 per batang untuk menyuplai kebutuhan dupa sebagai sarana sembahyang warga keturunan Tionghoa dalam tahun baru Imlek 2018. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Festival Terapi Dupa dan Kesehatan Alternatif di Hotel Pelangi Malang, Sabtu (27/1/2018) juga diramaikan dengan pameran yang diikuti oleh 11 UMKM.

Barang atau karya yang dipamerkan dan dijual dalam pameran itu dari mulai dupa hingga kerajinan tas.

Penjual dupa dari UMKM Dupalo, Yanto, adalah salah satu pengisi bursa UMKM pada festival yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Dupa yang ia jual terbuat dari serbuk kayu dan diberi berbagai jenis wewangian.

Ada 24 varian aroma dupa produksi Dupalo, antara lain teratai, melati, cempaka, mawar, sedap malam, kenanga, jempuring, canangsari, sakura, tanjung, kamboja, dan cendana. 

“Dupanya kami buat di pabrik di Karangploso, sedangkan wewangiannya kami proses di rumah produksi. Setiap aroma punya khasiat yang berbeda juga,” katanya pada SURYAMALANG.COM.

Misalnya teratai berkhasiat untuk meningkatkan konsentrasi, melati untuk merangsang dan menciptakan suasana romantis, dan cempaka yang menstimulasi kesadaran dan menenangkan pikiran.

“Orang-orang bisanya beli untuk aromaterapi di rumah dengan wanginya milih sesuai kebutuhan mereka. Ada juga yang beli untuk terapi totok dupa itu yang seperti akupuntur,” jelas Yanto.

Dupalo yang sudah memproduksi dupa sejak nenek moyang itu menjual dupa dengan berbagai ukuran kemasan dan dengan harga berkisar Rp 15-75 ribu.

“Biasanya kami kalau Minggu berjualan di Car Free Day dan satu hari itu bisa laku 20 pak. Memang lumayan masih banyak yang suka,” tuturnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help