Pilgub Jatim

Bagaimana Peluang Emil Dardak Menggaet Generasi Milenial di Pilgub Jatim 2018?

"Karenanya bagaimana menggugah mereka untuk datang ke TPS. Perlunya diferensiasi, jawaban nyata, dan kerja nyata," tegas Emil

Bagaimana Peluang Emil Dardak Menggaet Generasi Milenial di Pilgub Jatim 2018?
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Emil Dardak bernyanyi sambil main piano di Hotel Atria Kota Malang, Minggu (28/1/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak (Emil Dardak), menyakini jargon Kerja sekaligus akronim dari nama pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak akan bisa menggaet pemilih dari kalangan Generasi Milenial.

Ia menegaskan Kerja bukan juga sekadar jargon tetapi kerja nyata yang dengan dibuktikan oleh kiprah Khofifah ketika menjadi menteri dan pejabat di tiga era pemerintahan bisa meyakinkan kalangan milenial. Emil juga menyebut dirinya sebagai perwakilan pemuda dan pemilih milenial.

"Harus ada pembeda. Juga keyakinan untuk generasi milenial ini. Generasi yang sangat melek teknologi, sangat mau berkontribusi kepada negara meskipun tidak menjadi pekerja di perusahaan atau pemerintahan.

"Merekalah jembatan masa depan. Kerja nyata dan menjawab tantangan perubahan zaman kami harapkan bisa menggugah generasi milenial ini keluar dari rumahnya dan menuju TPS (tempat pemungutan suara)," ujar Emil saat di Kota Malang, Minggu (28/1/2018).

Pendapat ini disampaikan Emil ketika menjawab fenomena yang terjadi pada pemilih generasi milenial di sejumlah negara. Generasi milenial dikenal sangat aktif dan ramai di media sosial, ternyata sepi saat di TPS.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pemilih dari kelompok usia 17 tahun sampai 40 tahun saat saat ini mencapai 40 persen. Sebagian besar mereka adalah generasi milenial.

"Karenanya bagaimana menggugah mereka untuk datang ke TPS. Perlunya diferensiasi, jawaban nyata, dan kerja nyata," tegas Emil yang juga Bupati Trenggalek ini.

Karenanya untuk para relawan yang ia temui di Kota Malang hari ini, Emil bercerita tentang kerja Khofifah dan dirinya. Relawan itu diharapkan bisa menyebarkan sosok Khofifah dan Emil kepada para pemilih di lingkungan mereka masing-masing.

"Clue-nya adalah bagaimana melihat Jawa Timur ke depan. Duet dari sosok pekerja keras yang sangat paham dengan akar rumput, dan pemuda yang mewakili generasi milenial itu bisa menjadi pegangan untuk relawan," tegasnya.

Ia sangat berharap kepada relawan di seluruh Jawa Timur. Ia menyebut rata-rata jumlah desa di setiap kabupaten di Jawa Timur mencapai 200 desa. Relawan, katanya, harus bisa menyentuh dan 'mempromosikan' pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di lokasi masing-masing.

"Saya sangat berterimakasih kepada para relawan. Kepada para relawan juga tentunya kami tekankan bagaimana berpolitik santun dan cerdas. Hal ini harus kami tekankan kepada relawan," tegasnya.

Kedatangan Emil ke Kota Malang menghadiri peluncuran kelompok relawan Gerak Malang, serta pelatihan relawan kiai - santri pemenangan Khofifah - Emil.

Ketika bertemu 300an relawan dari Malang Raya serta Kota dan Kabupaten Blitar itu, Emil tidak hanya berpidato. Ia juga menghibur relawan dengan menyuguhkan suara dan permainan pianonya melalui lagu berjudul 'Dengan Menyebut Nama Allah'.

Sementara itu Ketua Gerak Malang Ghufron Marzuqi mengatakan Gerak Malang merupakan wadah berhimpunnya elemen masyarakat yang menginginkan perubahan bagi masyarakat Jawa Timur. Gerak Malang menilai duet Khofifah - Emil menjadi perpaduan serasi dan selaras.

"Pelatihan relawan ini juga mengawali ihtiar untuk memberi pemahaman akan tugas, fungsi dan tanggungjawab untuk memenangkan pasangan Ibu hofifah dan Mas Emil sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 - 2023," ujar Ghufron.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved