Home »

Techno

» Apps

Apple Berangus Aplikasi Telegram Bikinan Rusia, Ini Alasannya

APPLE BERBASIS DI AMERIKA MEMBERANGUS APLIKASI TELEGRAM BUATAN RUSIA. Pengguna iPhone, iPad dan Apple Watch tak lagi bisa pakai.

Apple Berangus Aplikasi Telegram Bikinan Rusia, Ini Alasannya
telegram
Aplikasi Telegram bikinan Rusia 

SURYAMALANG.COM - Aplikasi Telegram menghilang dari toko aplikasi Apple App Store pada pekan ini.

Aplikasi instant messaging buatan Rusia ini sengaja diberangus oleh Apple. Hal tersebut dilakukan lantaran Apple menemukan konten tak pantas pada aplikasi itu.

Penghapusan itu tidak hanya dilakukan pada Telegram saja. Aplikasi paralelnya, Telegram X yang diklaim lebih hemat baterai juga turut dibinasakan oleh Apple.

Kabar ini pertama kali diketahui oleh salah satu pengguna Reddit yang kemudian menanyakan masalah tersebut. Sempat ada dugaan penghapusan dilakukan lantaran Telegram akan merilis Telegram X untuk Android .

Namun alasan tersebut tidak masuk akal, sebab App Store dan Android sama sekali tidak berhubungan. Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah Telegram telah melanggar ketentuan dari Apple, sehingga aplikasi tersebut tidak bisa ditemukan di App Store.

Menanggapi hal tersebut, CEO Telegram, Pavel Durov melalui sebuah posting di akun Twitter-nya mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima peringatan dari Apple tentang adanya konten tak pantas.

"Kami diberitahu oleh Apple bahwa sejumlah konten tak pantas tersedia untuk pengguna kami, sehingga kedua aplikasi kami dicabut dari App Store," tulis Durov seperti dikutip KompasTekno, Jumat (2/2/2018).

Durov maupun Apple tidak menjelaskan secara detail, konten tidak pantas apa yang dimaksud sehingga membuat Telegram dihukum.

Lebih lanjutnya, Durov berjanji akan melakukan sejumlah peninjauan dan perbaikan, sehingga Telegram dan Telegram X dapat digunakan kembali oleh pengguna iOS.

Dibanding WhatsApp, Telegram memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya adalah memungkinkan obrolan yang memuat hingga 50.000 pengguna. Selain itu, aplikasi ini juga menawarkan obrolan rahasia yang hanya dapat diakses oleh pengguna tertentu.

Pada 2017 lalu, Telegram juga pernah tersangkut kasus serupa. Aplikasi pesan instan itu dituduh mendukung tindakan terorisme yang dilakukan oleh ISIS.

Namun hal tersebut langsung mendapatkan penanganan dari Telegram. Dengan bantuan pengguna, sebanyak 78 kanal obrolan tentang ISIS dari 12 bahasa berhasil diblokir. kompas.com

Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help