Piala Presiden

Gagal saat Jadi Algojo Penalti ke Gawang PSMS, Otavio Dutra Layangkan Pembelaan Ini

tiga eksekutor penalti gagal menjalankan tugas mereka secara baik, yakni Feri Pahabol, Otavio Dutra, dan Osvaldo Haay.

Gagal saat Jadi Algojo Penalti ke Gawang PSMS, Otavio Dutra Layangkan Pembelaan Ini
Instagram/otavio_dutra5_brasil
Otavio Dutra (dua dari kanan) bersama rekan setimnya di Persebaya Surabaya 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kegagalan Persebaya Surabaya melaju ke babak semi final Piala Presiden 2018 masih terekam jelas usai kalah adu penalti dengan PSMS Medan, Sabtu (3/2/2018) lalu.

Kekalahan yang dialami Persebaya lantaran tiga eksekutor penalti gagal menjalankan tugas mereka secara baik, yakni Feri Pahabol, Otavio Dutra, dan Osvaldo Haay.

Pada SURYAMALANG.COM, Otavio Dutra mengatakan, jika kegagalan saat melakukan tendangan penalti tidak hanya akan dialami pemain Liga 1 seperti dirinya, namun juga dapat dialami pemain sepak bola dunia seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

"Atmosfernya saat itu sangat luar biasa. Tapi itu sudah lewat, biasa semuanya pemain bisa salah sampai Ronaldo dan Messi.

"Sekarang harus lihat ke depan, yang penting kami fokus Liga 1 mau jadi juara," kata Otavio Dutra, Senin (5/2/2018) malam.

Selain menganggap kesalahan gagal penalti itu wajar dialami pemain sepak bola, Dutra juga menjelaskan, kiper PSMS Medan Abdul Rohim tampil bagus.

"Gugup itu biasa ketika ada sebuah keputusan penalti. Semuanya pemain yang menendang pasti gugup. Pemain dari kelas dunia sekali pun. Tapi kemarin kiper Medan memang sangat bagus," jelasnya.

Bagi Dutra kegagalan Persebaya di babak delapan besar, akan dijadikan bahan evaluasi tim, terutama kepaduan pemain baru dengan pemain lama.

"Menurut saya tim sekarang sudah bagus, tapi memang perlu waktu untuk organisasi tim, karena baru beberapan minggu mulai latihan dengan Coach Alfredo, apalagi Robertino juga baru datang juga. Jadi kami masih kurang satu striker asing lagi," tutur bek asal Brasil itu.

Penulis: Dya Ayu
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help