Malang Raya

Hari Kedua KPK Periksa 12 Anggota DPRD Kota Malang di Polres Batu, Bagaimana Hasilnya?

Pemeriksaan 12 anggota DPRD Kota Malang di Polres Batu hanya berlangsung sekitar lima jam saja, Selasa (6/2/2018).

Hari Kedua KPK Periksa 12 Anggota DPRD Kota Malang di Polres Batu, Bagaimana Hasilnya?
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Anggota DPRD Kota Malang, Asia Iriani, seusai menjalani pemeriksaan di Polres Batu, Selasa (6/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemeriksaan 12 anggota DPRD Kota Malang di Polres Batu hanya berlangsung sekitar lima jam saja, Selasa (6/2/2018).

KPK terlihat mendatangi Polres Batu sekitar pukul 09.30 WIB. Tim penyidik KPK mendatangi Polres Batu dan membawa berkas-berkas yang ditaruh di koper berwarna biru.

Pemeriksaan dihari kedua ini untuk 12 anggota dewan Kota Malang terkait kasus dugaan suap dalam P-APBD 2015 di Kota Malang.

Rincian 12 anggota dewan itu adalah Drs Slamet, Choirul Amri, Dr Teguh Mulyono, Erni Farida, Mulyanto, Ir Indra Tjahyono, Asia Iriani, Afdhal Fauza, Imam Ghozali, M Fadli, dan Ribut Harianto. Serta satu nama yang mencalonkan Wali Kota Malang, yakni Yaqud Ananda Gudban.

Satu persatu anggota dewan yang selesai menjalani pemeriksaan lebih memilih bungkam. M Fadli yang keluar terlebih dahulu sekitar pukul 11.28 WIB memilih menghindari wartawan. Ia langsung masuk ke dalam mobil yang diparkir di luar Polres Batu.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Asia Ariani. Ia tidak menjawab apapun pertanyaan dari awak media.

"Sebentar ya, maaf saya lagi buru-buru," kata dia yang keluar sekitar pukul 13.20 WIB sembari masuk mobil dan pergi.

Erni Farida dan Ribut Harianto terlihat pulang meninggalkan Polres Batu dalam satu kendaraan. Mereka keluar dari Polres Batu sekitar pukul 12.14 WIB. Sedangkan KPK meninggalkan Polres Batu sekitar pukul 13.45 WIB. Pemeriksaan ini akan berlangsung hingga Jumat (9/2/2018).

Sementara itu, Cawali Kota Malang Yaqud Ananda Gudban, menegaskan kedatangannya ke Polres Batu ialah sebagai saksi kasus suap dengan tersangka mantan Ketua DPRD Kota Malang.

Dalam rilisnya, ia mengatakan sebagai warga negara yang taat pada hukum ia hadir memenuhi panggilan KPK sebagai saksi.

"Tadi selesai pemeriksaan jam 11 siang," ujarnya melalui rilis.

Wanita yang akrab disapa Nanda itu menegaskan jika sedari awal ia yakin tidak terlibat dalam kasus suap tersebut.

"Sejak awal saya meyakini tidak terlibat dalam kasus ini. Saya mendukung sepenuhnya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Kota Malang," tegasnya.

Usai pemeriksaan sebagai saksi, ia langsung melanjutkan agenda sosialisasi sebagai Bacalon Wali Kota di dua lokasi yakni di kawasan Pasar Kebalen dan Jalan Pisang Candi.

"Setelah pemeriksaan sebagai saksi, saya tetap melanjutkan agenda sosialisasi menemui sekaligus memenuhi undangan warga," pungkasnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved