Pilkada Kota Malang

Para Pakar Ungkap Kekurangan Visi dan Misi Kandidat Pilkada Kota Malang

Dia menegaskan kepala daerah harus memiliki solusi dan keseriusan memecahkan persoalan kemacetan di Kota Malang.

Para Pakar Ungkap Kekurangan Visi dan Misi Kandidat Pilkada Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Diskusi publik yang diikuti tiga pasangan calon Pilkada Kota Malang, Rabu (7/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sejumlah pakar hadir dalam Diskusi Publik Pilkada Kota Malang bertema Politik untuk Kesejahteraan Umat yang digelar oleh MD KAHMI Kota Malang, Rabu (7/2/2018).

Para pakar itu antara lain pakar anggaran publik yang juga Dekan FISIP Universitas Brawijaya, Prof Dr Untiludigdo, pengamat politik yang juga dosen Universitas Indonesia, Dr Abdul Aziz, dan Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang, Prof M Amin.

juga ada pakar hukum, Dr Ali Syafaat, dan ahli ekonomi politik, Dr Nazaruddin Malik.

Diskusi itu juga dihadiri tiga pasangan bakal calon, yakni Yaqud Ananda Gudban-Wanedi, Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko, dan Anton-Syamsul Mahmud.

Prof Unti mengatakan kepala daerah harus konsentrasi mengalokasikan anggaran untuk publik.

“Anggaran itu bukan untuk anda,” ujar Unti dalam forum diskusi itu.

Unti juga mengingatkan masalah kemacetan dan persoalan transportasi di Kota Malang.

Dia menegaskan kepala daerah harus memiliki solusi dan keseriusan memecahkan persoalan kemacetan di Kota Malang.

“Kota Malang ini menuju kota modern. Ada dampak negatif dan positif di kemajuan sebuah kota.”

“Dampak negatifnya bisa kenakalan orang tua dan anak.”

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help