Pilkada Kota Malang

Tak Hanya Banjir dan Macet, Ternyata Begitu Banyak Masalah di Kota Malang

3 pasangan calon hadir dalam diskusi publik Pilkada Kota Malang di Hotel Regents, Rabu (7/2/2018).

Tak Hanya Banjir dan Macet, Ternyata Begitu Banyak Masalah di Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Suasana Diskusi Publik bertajuk Politik Untuk Kesejahteraan Rakyat di Hotel Regent, Kota Malang, Rabu (7/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Seruan 'Asyik', 'Sae', 'Menawan' berseliweran saat diskusi publik Pilkada Kota Malang yang digelar Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Malang di Hotel Regents, Rabu (7/2/2018).

Ketiga kata ini merupakan jargon tiga pasangan bakal calon kepala daerah Kota Malang.

Asyik merupakan akronim untuk pasangan Anton-Syamsul Mahmud.

Sae merupakan akronim untuk pasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko.

Sedangkan Menawan merupakan akronim dari pasangan Yaqud Ananda Gudban-Wanedi.

Tiga pasangan bakal calon hadir dalam diskusi itu sebagai narasumber.

Makanya kata itu keluar dari setiap pendukung, dan saling bersahutan.

Tetapi tim sukses dan pendukung saling bersahutan dalam nada guyonan sehingga memantik tawa peserta diskusi bertema Politik untuk Kesejahteraan Umat itu.

Teriakan ‘Asyik’ muncul ketika Nanda Gudban memaparkan jargonnya ‘Ayo Noto Malang’.

Nanda bercerita alasannya mencalonkan diri sebagai wali kota.

Halaman
1234
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help