Home »

Batu

Malang Raya

Bahan Baku dari Gunung Semeru, Minuman Herbal di Kota Batu Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit

"Ada tetangga saya yang kena kencing batu. Minum herbal ini tidak jadi operasi sampai sekarang karena sudah berkurang,"

Bahan Baku dari Gunung Semeru, Minuman Herbal di Kota Batu Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Sulastri dan Ruslan Guntoro membawa produk minuman herbal Alang-Alang, di rumah produksinya di Kota Batu, Kamis (8/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Ruangan berukuran 3 x 4 meter di Jalan Trunojoyo Gang 2, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu terlihat penuh oleh tumpukan kemasan minuman herbal, Kamis (8/2/2018).

Setiap kemasan yang berupa gelas dan botol itu tertata rapi, ada yang ditumpuk di dalam kardus yang siap untuk diproduksi, ada juga yang tertata di etalase. Usaha minuman herbal ini digeluti oleh Sulastri (57) dan Ruslan Guntoro (62).

Sulastri dan Ruslan, sudah menggeluti usaha ini sejak 10 tahun lalu. Tepatnya setelah ia di-PHK dari perusahaanya tempat ia bekerka dulu. Beban itu, sangat ia rasakan, apalagi saat itu mereka memiliki 6 anak yang harus ia hidupi. Ia tidak ingin terlalu terpuruk dalam keadaanya saat itu. Sampai suatu ketika ia mengikuti pelatihan UMKM yang diadakan oleh Pemkot Batu di tahun 2007.

Dari bekal pelatihan itu mereka mendapatkan ide, untuk membuat usaha minuman. Awalnya mereka membuat minuman herbal dari teh Rosella. Bertahan sebentar, ia ingin membuat minuman lainnya dari bahan alami. Maka ia buatlah minuman dari Alang-Alang.

"Awalnya istri saya bilang, karena teringat saat masih kecil sering dibuatkan minuman dari akar Alang-Alang. Akhirnya dari situ kami buat minuman dari olahan akar Alang-Alang," kata Ruslan, Kamis (8/2/2018).

Bahan baku yang ia dapatkan untuk minuman herbal Alang-Alang ini dari Gunung Kawi dan Gunung Semeru. Dalam seminggu ia mendapatkan kiriman bahan baku tersebut. Bahan baku akar Alang-Alang itu ia tata di atas tempeh besar di samping rumahnya. Karena Alang-Alang itu harus dijemur terlebih dahulu. Baru setelah dijemur, mulai masuk ke dalam proses pembuatan minuman.

Saat proses pembuatan minuman ini, ada beberapa proses. Seperti harus melalui proses perebusan, penyaringan, dan pendinginan.

"Karena begitu siap disaji atau dimasukkan ke dalam kemasan tidak bisa dibiarkan, harus segera masuk ke dalam kemasan," imbuhnya.

Rasa dari minuman herbal Alang-Alang ini murni tidak ada campuran dari gula. Karena dengan sendirinya sudah manis saat dimasak. Spesialnya dari minuman herbal ini tidak mengandung perasa apapun. Murni tanpa diberi penambah rasa.

Sulastri menambahkan, minuman herbal Alang-Alang ini memiliki beberapa khasiat. Seperti untuk ginjal, panas dalam, dan kencing batu.

"Ada tetangga saya yang kena kencing batu. Minum herbal ini tidak jadi operasi sampai sekarang karena sudah berkurang," kata Sulastri.

Penjualan produksinya masih di Pulau Jawa saja. Tetapi jika ada pelanggannya yang membawa sampai ke luar pulau juga ada. Unttuk minuman herbal Alang-Alang ini masih dalam bentuk minuman langsung minum. Untuk bubuk, mereka masih belum membuat. Dan itu yang akan dikembangkan.

"Kalau Alang-Alang nya ya yang di dalam kemasan dalam bentuk Alang-Alang ada. Tetapi bentuk ekstrak bubuk masih belum. Insha Allah masih proses," katanya.

Hingga saat ini, ada minuman seperti jahe, kunyit putih, rosella, temulawak, dan masih banyak lagi. Tapi yang jadi andalan ialah minuman herbal Alang-Alang. Satu dus isi 24 kemasan gelas 120 ml, mereka hargai Rp 22 ribu.

"Sehari produksi rata-rata sekitar 100 dus untuk yang herbal Alang-Alang ini. Kalau musim kemarau, kami sudah menyiasati untuk punya setok. Sehingga ketika bahan baku tidak ada kami sudah punya cadangan," pungkasnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help