5 Fakta Suku Asmat, Seorang Dokter Mengungkap Bekerja di Sana Bisa Taruhkan Nyawa

Jika hidup di sana, bersiaplah bertahan dengan ketiadaan akses sinyal, tanpa listrik dan harga BBM yang setara kopi setarbak (Starbucks)

5 Fakta Suku Asmat, Seorang Dokter Mengungkap Bekerja di Sana Bisa Taruhkan Nyawa
smithsonianmag.com

SURYAMALANG.COM - Masih ingat dengan aksi kontroversial Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) memberi kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo?

Aksi itu dilakukan oleh Zaadit Taqwa saat sang Presiden hadir sebagai tamu di acara Dies Natalis ke-68 UI.

Tiba-tiba, sambil mengangkat tangan menunjukkan 'kartu kuning', Taqwa berdiri di tengah khalayak.

Pengakuannya, sebagai bentuk peringatan atas berbagai masalah yang terjadi di dalam negeri.

"Sudah seharusnya Presiden Joko Widodo diberi peringatan untuk melakukan evaluasi di tahun keempatnya,” kata Zaadit kepada Kompas.com, Jumat (2/2/2018).

Zaadit mengatakan, dalam tahun keempat pemerintahan Jokowi, ada sejumlah hal yang menjadi sorotan BEM UI.

Masalah tersebut di antaranya isu gizi buruk di Asmat, isu penghidupan kembali dwifungsi Polri/TNI, dan penerapan peraturan baru organisasi mahasiswa.

Seperti yang selama ini terjadi, Asmat adalah satu di antara banyak suku di Indonesia yang mendiami wilayah terpencil sepanjang pantai Barat Papua.

Asmat dalam bahasa setempat artinya "orang pohon", dan mereka menyebut diri sebagai Asmat-wo (orang nyata) menurut Peter dan Kathleen Van Arsdale, Ensiklopedia Budaya Dunia, Oceania diedit oleh Terence Hays, (GK Hall & Company, 1991).

Dalam jurnal ini, Asmat dikatakan sebagai sekelompok mantan kanibal dan pemburu kepala hingga tahun 1980-an.

Halaman
1234
Editor: Insani Ursha Jannati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help