Nasional

Gereja Santo Lidwina Bedog Sleman Yogyakarta Diserang Seseorang, Berikut 4 Faktanya

Beberapa umat yang menghadiri misa pada hari itu, turut menjadi korban keganasan pelaku, termasuk seorang pastur, Romo Etmund Prier.

Gereja Santo Lidwina Bedog Sleman Yogyakarta Diserang Seseorang, Berikut 4 Faktanya
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Sejumlah anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara penyerangan di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2/2018). 

SURYAMALANG.COM - Gereja Santo Lidwina, Bedog, Trihanggo, Sleman, Yogyakarta diserang oleh seorang pelaku bersenjata tajam, Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 07.30 WIB.

Beberapa umat yang menghadiri misa pada hari itu, turut menjadi korban keganasan pelaku, termasuk seorang pastur, Romo Etmund Prier.

Terdapat empat fakta dari kejadian tersebut yang telah dirangkum oleh SURYAMALANG.COM, berikut faktanya.

1. Penyerangan tersebut terjadi saat kegiatan misa berlangsung

Soekatno, Ketua Gereja Santa Lidwina menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada saat misa hendak dimulai.

"Pada saat itu sedang perayaan Ekaristi baru dimulai setelah perarakan nyampe di depan altar kami jengkeng. Setelah itu saya meletakan injil di depan altar. Lantas setelah itu dari belakang terdengar teriakan gemuruh sudah banyak yang kena bacok," jelasnya.

2. Terdapat lima korban dalam penyerangan tersebut, salah satunya Romo Prier

Kapolres Sleman, AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim menjelaskan, akibat penyerangan yang dilakukan oleh seorang pria menggunakan sebilah pedang di Gereja Santa Lidwina Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman membuat empat jamaat dan satu polisi terluka.

"Nggak ada yang meninggal. Satu kabarnya ada yang sedang operasi," jelasnya, Minggu (11/2/2018).

"Empat orang (korban) dari gereja, satu anggota saya (polisi)," timpalnya.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help