SuryaMalang/

Malang Raya

Gagasan Zonasi 90 Persen Perlu Didiskusikan Dinas Pendidikan Kota Malang dan DPKM

10 persen kuota yang diperebutkan non wilayah/reguler. Termasuk para siswa lulusan SD yang tinggal di perbatasan Kota Malang

Gagasan Zonasi 90 Persen Perlu Didiskusikan Dinas Pendidikan Kota Malang dan DPKM
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Dr Mistaram, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Gagasan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah, tentang wacana menaikkan jalur wilayah 90 persen di Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) sebagai ide bagus. Namun juga perlu diskusikan kajian akademisnya.

Sebab nanti hanya akan ada 10 persen kuota yang diperebutkan non wilayah/reguler. Termasuk para siswa lulusan SD yang tinggal di perbatasan Kota Malang. Sebab peluang bersekolah ke kota makin minim.

"Pasti akan ada diskusi mengenai itu dengan dindik. Apa yang perlu dipersiapkan jika jalur wilayah makin besar," jelas Dr Mistaram, Wakil Ketua DPKM kepada SURYAMALANG.COM, Senin (12/2/2018).

Pada tahun awal dulu, lanjut dia, jalur wilayah mencapai 25 persen. Kemudian tahun berikutnya naik menjadi 40 persen. Jika melihat perkembangannya, ada kemungkinan nilainya ditambah. Dari masukan dari sekolah-sekolah tertentu/SMPN, memang ada penyebaran siswa prestasi.

Namun pada sekolah favorit tertentu merasakan terjadi penurunan input. Sebab ada siswa dengan nilai NUN rendah diterima karena masuk wilayah itu. Dengan adanya itu, maka menjadi energi tambahan buat guru di SMPN itu.

"Ini menjadi kewajiban dindik mengatasi yang kurang mampu. Sebab mereka tidak akan cepat seperti anak pinter yang biasanya," kata dia.

Namun dari pengalaman mengelola SMA PPSP dulu, Mistaram menjelaskan di SMA itu tak semua anak pintar. Ada yang low juga.

Tapi dengan kerjasama guru dengan persepsi yang sama, maka bisa dilakukan.

"Ada dulu siswa saya yang biasa, pelajaran tidak konsentrasi. Namun ternyata kemudian bisa menemukan pola belajarnya. Ia bahkan bisa menyelesaikan cepat jenjang S1-S3," jelas Mistaram.

Artinya tidak semua input low buruk. Dengan perkembangan waktu dan kebutuhan, maka anak juga bisa berubah atau mengimbangi. Selain itu juga bisa terjadi perubahan kemampuan akademik. Di hari kemudian, bisa saja tidak menjadi yang diharapkan. Sedang yang tidak diharapkan malah bisa sukses.

"Karena rezeki di tangan Allah," ujar Mistaram.

Dari pantauan di SMPN, siswa hasil seleksi jalur wilayah ada yang dicampur dan ada yang disendirikan. Ia menyarankan dicampur. Karena ada juga sekolah yang menerapkan tutor sebaya. Jika ada temannya yang tidak kurang menguasai, maka bisa dibantu oleh temannya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help