SuryaMalang/

Sleman

Hari-hari Suliono di Yogyakarta sebelum Serang Gereja Santa Lidwina

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, penyerang Gereja Santa Lidwina di Sleman, Suliono, pernah berupaya membuat paspor untuk berangkat Suriah.

Hari-hari Suliono di Yogyakarta sebelum Serang Gereja Santa Lidwina
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Sejumlah anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara penyerangan di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, penyerang Gereja Santa Lidwina di Sleman, Suliono, pernah berupaya membuat paspor untuk berangkat Suriah.

Menurut Kapolri, Suliono diduga terkena paham radikal yang mengarah pada tindakan kekerasan. Suliono juga pernah berada di Poso, Sulawesi Tengah.

Setelah menangkap Suliono, polisi saat ini masih mendalami identitas Suliono dan menyelidiki ada tidaknya pihak lain yang terlibat dalam aksi penyerangan oleh Suliono di Gereja Santa Lidwina.

Sementara, Kapolda DIY Brigjen (Pol) Ahmad Dofiri mengatakan, Suliono sudah berada di Yogyakarta selama 4-5 hari sebelum kejadian.

Ia ke Yogyakarta hanya mampir untuk selanjutnya pulang ke Banyuwangi. 

"Secara detail tidak bisa dijelaskan di sini karena menyangkut tindakan-tindakan kepolisian. Tetapi, intinya, yang bersangkutan berada di Yogya tadinya dalam rangka pulang ke Banyuwangi," ujar Ahmad Dofiri.

Ahmad Dofiri menjelaskan, selama di Yogyakarta tersangka menginap di masjid dan mushala. 

"Mampir di Yogyakarta, menginap di masjid dan mushala. Hanya menginap saja, 4-5 hari sudah berada di sini (Yogyakarta)," ujarnya.

Hal itu diperkuat dengan rekaman kamera pemantau (CCTV) dan keterangan saksi yang mengatakan tersangka Suliono menginap di mushala.

"Beberapa keterangan saksi menyampaikan, betul yang bersangkutan menginap di mushala, rekaman CCTV-nya juga ada," ujarnya.

"Motif dan lain-lain menunggu pemeriksaan hari ini. Hari ini kita akan memeriksa lebih mendalam lagi," tuturnya. kompas.com

Baca juga: Kiai Maskur dari Banyuwangi Mengenang Santrinya yang Menyerang Gereja di Sleman

Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help