Pilkada Kota Malang

Kisah di Balik Busana Para Calon Wali Kota Malang dan Pendukungnya

Semua pasangan calon wali kota Malang memakai busana senada dan berseragam saat rapat penetapan oleh KPU Kota Malang.

Kisah di Balik Busana Para Calon Wali Kota Malang dan Pendukungnya
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
CALON PENGUASA - Dari Kiri, tiga pasangan calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Malang M Anton-Syamsul Mahmud, Ya'qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi dan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko berfoto bersama usai menerima surat Keputusan Penetapan Pasangan Calon dalam Pilkada Kota Malang 2018 dari Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin di Hotel Ijen Suites, Kota Malang, Senin (12/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pakaian senada dan berseragam terlihat dari tiga pasangan calon kepala daerah Kota Malang dan tim saat acara rapat pleno terbuka penetapan calon kepala daerah Kota Malang di Hotel Ijen Suites, Senin (12/2/2018).

Pasangan Yaqud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi dan tim terlihat memakai kostum seragam. Pakaian mereka safari lengan panjang berwarna putih dengan tulisan di beberapa titik.

Tulisan itu berwarna merah. Salah satu tulisan terbaca #ayasmenawan. Tulisan ini tersemat di atas saku kiri pemakai. Sedangkan di bagian belakang baju itu bertuliskan 'Mbak Nanda Sam Wanedi'.

Calon Wakil Wali Kota Ahmad Wanedi mengakui, seragam yang mereka pakai merupakan seragam baru.

"Baru dipakai hari ini," ujar Wanedi. Seragam yang dipakai hari ini berwarna putih dengan tulisan merah, kata Wanedi, menunjukkan koalisi merah putih seperti yang dijalin oleh pasangan yang memakai akronim Menawan ini.

"Karena pengusung kita pelangi kalau dari sisi warna, jadi koalisinya Merah Putih," tegasnya.

Sedangkan pasangan M Anton - Syamsul Mahmud tidak memakai pakaian yang menunjukkan atribut kampanye. Keduanya memakai pakaian lengan panjang berwarna putih, dengan celana warna hitam. Hanya pendukungnya yang memakai atribut kampanye.

Atribut kampanye yang dipakai oleh pasangan dengan akronim Asyik ini berupa kaus lengan panjang warna hitam dan putih. Gambar yang ada di kaus itu hanya gambar wajah Anton dengan tulisan 'Arema Abah Anton' di sisi depan. Sedangkan di sisi belakang bertuliskan #Abah_Anton #N_1.

"Ini kaus lama ketika Abah (panggilan akrab Anton) belum menentukan pasangan, kami sudah mencetak kaus ini. Sehingga ini yang dipakai sekarang. Besok kalau sudah penentuan nomor urut, kami akan langsung cetak dengan gambar Paslon lengkap beserta nomor urutnya," ujar Imam Fauzi, anggota DPRD Kota Malang dari PKB yang mengusung pasangan Asyik.

Sementara itu dari pasangan berakronim Sae atau Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko memilih memakai batik. Keduanya sama-sama memakai batik berlengan panjang. sedangkan tim yang dari Partai Politik (Parpol) memakai jas masing-masing Parpol yakni Demokrat dan Golkar. Sedangkan tim yang bukan berasal dari unsur Parpol memakai pakaian bebas. Beberapa di antaranya menunjukkan tulisan SAE.

"Hari ini kami memakai seragam Parpol dulu. Baru besok setelah pengundian nomor urut akan melebur. Kami sudah siapkan tiga desain untuk kaus yang akan dipakai berkampanye. Nanti tinggal memproduksi," ujar Bambang Sumarto, Wakil Sekretaris tim pemenangan pasangan SAE.

Pelaksanaan rapat pleno terbuka penetapan calon kepala daerah itu berjalan lancar. Polres Malang Kota menerjunkan 250 personel penjagaan di sekitar hotel.

Suasana rapat pleno juga meriah karena masing-masing pendukung saling bersautan. Beberapa kali teriakan 'Sae' dan 'Menawan' menggema dan saling bersahutan. Dan ketika acara sudah ditutup, terdengar pula teriakan 'Asyik'. 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help