Malang Raya

Mahasiswa Malaysia Datang ke Universitas Brawijaya Malang untuk Belajar Ilmu Pertanian

Keberadaan mahasiswa Universiti Putra Malaysia di Universitas Brawijaya (UB) Malang dimanfaatkan dengan belajar ilmiah

Mahasiswa Malaysia Datang ke Universitas Brawijaya Malang untuk Belajar Ilmu Pertanian
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) dengan alat menjaga kualitas buah, Senin (12/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Keberadaan mahasiswa Universiti Putra Malaysia di Universitas Brawijaya (UB) Malang dimanfaatkan dengan belajar ilmiah di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Senin (12/2/2018).

Mereka bertemu dalam satu kegiatan International Youth Scientific Meeting (IYSM) di aula fakultas. Masing-masing menampilkan tiga tim. Setiap penampilan tim yang presentasi akan mendapat komentar atau pertanyaan dari empat viewer. Ada 19 mahasiswa UPM di UB.

"Kebetulan ada pertukaran mahasiswa UPM ke sini. Jadi dengan saling belajar bareng, mereka bisa saling tahu kekurangannya," jelas Dr Yusuf Hendrawan, Wakil Dekan 3 FTP kepada SURYAMALANG.COM di sela kegiatan.

Suasana belajar ilmiah yang ada di FTP ingin disampaikan di kegiatan ini. Sebab di FTP terbangun suasana seperti itu. Ketika ada penelitian/penemuan bagus, maka akan penilaian dari juri. Ini juga melatih mahasiswa menghadapi kondisi apapun.

Salah satu presentasi mahasiswa FTP yang ditampilkan adalah alat menjaga kualitas buah bernama Oozter. Awalnya namanya Mazter (Automatic Ozone Sanitizer and Preservation Room). Alat ini dikerjakan lima mahasiswa yaitu Dimas Triardianto, Bagus Wiznu W, Singgih Mahardika, Casilda Aulia R dan Faidiatul Andika N.

Buah yang menjadi uji coba adalah tomat dan strawberi. Cara kerjanya, buah dimasukkan ke kotak preservation room dan diberi air. Kemudian ditutup rapat dan menghidupkan powernya. Ozon akan dialirkan ke preservation room itu.

"Untuk tomat selama 10 menit. Sedang buah strawberi selama 5 menit," kata Faidiatul.

Waktu berbeda karena besaran buah tidak sama. Menurut dia, alat ini bisa juga untuk sayur dan daging. Namun masih ujicoba pada dua buah. Buah masih tampak segar meski sudah 20 hari dalam suhu ruang.

Dibandingkan jika buah dimasukkan lemari es akan cepat layu/kisut karena air diserap. Pemakaian ozon ini untuk sterilisasi. Sedang menggunakan air karena tak ada residunya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help