Travelling

Mobil Buatan Mahasiswa Universitas Brawijaya 'Uji Mesin' di Museum Angkut Kota Batu

Museum Angkut Kota Batu dipakai sebagai sarana uji mesin bagi mobil buatan mahasiswa universitas brawijaya malang

Mobil Buatan Mahasiswa Universitas Brawijaya 'Uji Mesin' di Museum Angkut Kota Batu
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Dua mobil buatan Mahasiswa UB Malang saat uji coba di Museum Angkut Kota Batu, Senin (12/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Dua mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (UB) Malang terlihat sibuk memeriksa dua mobil hemat energi buatan tim Apatte 62 Brawijaya, di Museum Angkut Kota Batu, Senin (12/2/2018).

Mereka adalah Obinazari Gusmana dan Tri Tiadi W. Pakaian yang mereka gunakan juga lengkap bak seorang pembalap, mulai dari helm, sepatu, sarung tangan. Keduanya mengendarai mobil yang berbeda, Tri mengendarai Marsela 3 EVO 1, sedangkan Obinazari mengendarai Aristo EV 1.

Tidak ada yang berbeda dari dua mobil ini. Hanya mobil ini khusus dirancang mobil hemat energi. Walaupun hanya satu putaran saja, saat mengendarai mobil Marsela 3 EVO 1, Tri mengaku seperti mengendarai sport car.

"Sangat jauh dari mobil biasanya, terutama saat tarikan awal menyalakan mesin mobil. Sangat terasa tarikan mesinnya," kata dia seusai mengendarai.

Ia mengatakan dari tempat duduk juga berbeda, karena posisi duduk setengah tertidur. Menurutnya, ia lebih nyaman menggunakan mobil hemat energi ini.

"Seperti mengendarai mobil sport," imbuh mahasiswa semester 8 ini.

Tim Apatte 62 Brawijaya memiliki 4 mobil, dalam 2 kategori yaitu kategori listrik dan internal combustion engine. Satu di antara dua mobil yang dirancang hemat energi ini, dihibahkan untuk museum angkut, yakni Aristo EV 1.

Mobil itu telah mendapatkan 10 gelar juara per-tahunnya dalam lingkup nasional dan international. Manajer Apatte 62 UB, Tiara Shinta mengatakan setiap tahun mereka selalu mengimprove body. Terutama energi sedikit tapi body yang ringan. Seperti satu produk unggulan mereka yakno Aristo EV 1 yang dihibahkan ke Museum Angkut.

Aristo EV 1 ini sudah berlaga dibeberapa kejuaraan nasional maupun international. Prestasi yang berhasil disabet diantaranya juara 2 nasional pada kejuaraan energy marathon challenge 2014. Lalu peringkat 8 Shell Eco Marathon Asia 2014 Manila, Philipina. Dan peringkat 5 Shell Eco Marathon Asia 2015 Manila, Philipina.

"Untuk energi dari mobil ini adalah karbon fiber menggunakan tenaga baterai lithuum dengan intensitas baterai 85 persen. Untuk kecepatannya mobil kni 320 kilometer per kilowatt perjam," kata Tiara.

Tim yang terdiri dari 26 orang ini berhasil merampungkan dalam kurun waktu 1 tahun, sejak pembuatnya tahun 2012 dan selesai di tahun 2013. Sementara untuk Marsela 3 EVO 1, ia menyebut memiliki keunggulan aerodinamis, ringan dan zero emission (ramah lingkungan) yang berhasil menyabet juara 3 pada kontes Mobil Hemat Energi 2017 tingkat nasional.

Kemudian Marsela 3 EVO 1 ini juga akan bersaing pada Shell Eco Marathon Asia tingkat Asia Pasifik, 7-11 Maret 2018 di Singapore mendatang.

“Sedangkan untuk mobil ini dibuat selama kurang lebih 9 bulan di tahun 2017. Masih belum tahu yang Marsela 3 Evo ini akan dihibahkan atau tidak," tuturnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help