SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Pemkot Batu Berikan Pencairan Bosda Tahap Pertama Senilai Rp 20,4 Miliar

Dewanti Rumpoko menyatakan kalau memang anggaran tahun 2018 ini khusus naik untuk anggaran pendidikan. Karena ia ingin mengoptimalkan pendidikan

Pemkot Batu Berikan Pencairan Bosda Tahap Pertama Senilai Rp 20,4 Miliar
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan jajaran memberikan Bosda tahap pertama secara simbolis di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Senin (19/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Secara simbolis Pemkot Batu memberikan pencairan Bosda tahap pertama untuk sekolah di Kota Batu, Senin (12/2/2018).

Besaran Bosda tahap pertama itu senilai Rp 20,4 Miliar untuk 334 sekolah se Kota Batu. Kepala Dinas Pendidikan Batu, Mistin mengatakan Bosda untuk SD/MI Negeri/Swasta dan SMP/MTS Negeri/Swasta tahun 2018 ini naik 20 persen.

"Kenaikan ini disesuaikan dengan kebutuhan. Seperti ektrakulikuler, dan kebutuhan operasional lainnya," kata Mistin dalam Penyerahan Bosda secara simbolis di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Senin (19/2/2018).

Ia menyebutkan, untuk SD/MI Negeri/Swasta mendapatkan Rp 25 ribu persiswa perbulan dalam setahun. Dengan jumlah sekolah sebanyak 89 unit. Selanjutnya untuk SMP/MTS Negeri/Swasta mendapatkan Rp 35 ribu persiswa perbulan dalam setahun. Jumlah sekolah ada 30 unit.

Untuk SMK Negeri/Swasta mendapatkan Rp 200 ribu persiswa perbulan dalam setahun. Untuk SMA Negeri/Swasta mendapatkan Rp 120 ribu persiswa perbulan dalam setahun. Dengan jumlah sekolah SMA/SMK ada 27 unit.

Seperti contohnya di SMKN 2 Kota Batu mendapatkan Bosda total Rp 642 juta, di SMPN 6 mendapatkan Bosda total Rp 196 juta.

"Bosda ini selain untuk operasional juga untuk kegiatan seperti kegiatan akademis dan non akademis untuk siswa dan guru. Semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan kami tetap memberikan bantuan untuk SMA/SMK meski sudah dialihkan ke provinsi," imbuh Mistin.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menyatakan kalau memang anggaran tahun 2018 ini khusus naik untuk anggaran pendidikan. Karena ia ingin mengoptimalkan pendidikan di Kota Batu.

"Sebisa mungkin anggaran pendidikan diutamakan. Terutama untuk kegiatan lomba-lomba antar siswa. Agar siswa ini bisa memiliki pengalaman dalam lomba," kata Dewanti.

Tak hanya itu, ia juga menekankan kepada guru agar membuat karya ilmiah. Setiap guru bahkan wajib memiliki karya ilmiah, di samping mengajar.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help