Malang Raya

Anak Gugat Ayah Kandung Umur 96 Tahun dan 7 Saudaranya di Kota Malang

HARTA BISA MEMBAWA BERKAH SEKALIGUS CELAKA. Pelajari sengketa antarsaudara di #Malang ini dan ambil hikmahnya.-->>

Anak Gugat Ayah Kandung Umur 96 Tahun dan 7 Saudaranya di Kota Malang
benni indo
Setyo Budi Hartono (paling kiri) dan para saudara kandungnya saat berada di Pengadilan Negeri Kota Malang, Selasa (13/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Seorang kakek berusia 96 tahun bernama Ahmad Jakoen Tjokrohadi digugat oleh anak kandungnya yang keempat yaitu Ani Hadi Setyowati.

Ani menggugat orangtuanya atas dasar perbuatan melawan hukum.

Gugatan itu diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang pada Oktober 2017 lalu.

Pada Selasa (13/2/2018) sudah memasuki sidang ketiga dengan agenda mediasi antara pihak penggugat dan tergugat di PN Kota Malang.

Selain menggugat ayahnya, Ani melalui pengacaranya juga menggugat tujuh saudara kandungnya. Termasuk pihak BPN dan notaris sehingga total yang tergugat adalah 10 orang.

Salah satu tergugat, Setyo Budi Hartono, menerangkan bahwa gugatan ini terkait proses jual beli rumah di Jalan Diponegoro No 2, Klojen, Kota Malang. Dua gugatan sebelumnya, pihak tergugat dinyatakan menang pada 2012 dan 2016.

“Karena dua gugatan awal subyek dan obyeknya sama, kali ini gugatannya berbeda, yakni minta tanahnya diakui akta jual beli, bukan akta hibah,” katanya yang juga anak ke-7 itu.

Sebelumnya, dari cerita Setyo Budi, Ani mengklaim rumah di Jl Diponegoro itu sudah menjadi miliknya karena dihibahkan orangtuanya.

Ia juga memegang sertifikat tanah. Padahal, Setyo tidak pernah diajak ke notaris terkait hibah itu.

“Kami 8 saudara tidak pernah diajak ke notaris. Makanya, pihak notaris jadi turut tergugat oleh Ani,” lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved