Travelling

Realisasi Pembangunan Rest Area di Jalibar Kota Batu Tak Kunjung Terwujud, Mengapa?

Rencana pembangunan rest area di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, masih belum terwujud hingga tahun ini.

Realisasi Pembangunan Rest Area di Jalibar Kota Batu Tak Kunjung Terwujud, Mengapa?
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Jalur Lingkar Barat (Jalibar) di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Selasa (13/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU -  Rencana pembangunan rest area di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, masih belum terwujud hingga tahun ini.

Padahal, perencanaan itu sudah dirintis sejak tahun 2016. Pembuatan rest area di Jalibar ini karena di lokasi itu merupakan jalur yang sering dilalui oleh kendaraan. Belum lagi di sekitar jalur itu memang banyak lokasi wisata.

Ketua Pokdarwis Desa Oro-Oro Ombo, Agus Priyanto, mengatakan untuk pembuatan rest area itu saat ini masih menyesuaikan dengan program Bumdes dan RPJMDes.

"Masih dibahas dalam program desa, karena menyesuaikan anggarannya juga," kata Agus, Selasa (13/2/2018).

Karena nantinya pembuatan rest area itu akan dibangun menggunakan dana dari desa. Ia menyebut kalau masih belum tahu nanti akan ditaruh di sebelah mana rest area itu.

Sejauh ini, di sepanjang Jalibar, hanya ada warung-warung yang berjajar. Sehingga tidak ada tempat bagi pengunjung jika ingin bersantai melihat pemandangan.

Agus menambahkan, apabila ada rest area pastinya jumlah pengunjung ke Kota Batu pasti bakal bertambah.

"Jadi tempat wisata baru lagi kan. Bisa santai di sini, bagi wisatawan yang ingin menikmati keindaham alam, dengan pemandangan Kota Batu. Serta menata sentralisasi warung-warung di sana. Biar tertata rapi," imbuh dia.

Tak hanya itu, juga untuk menambah pendapatan desa. Belum lagi, hampir setiap minggu selalu ada even trail yang diadakan di lapangan Jalibar.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan, Nanti pembangunan rest area Jalibar ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, serta beberapa dinas lainnya. Ia menjelaskan rest area itu memang dibangun di atas tanah Desa Oro-Oro, Kecamatan Batu.

"Rest area ini akan dibangun di atas tanah desa. Makanya kalau memang mau dibangun dengan dana desa sangat bagus. Juga untuk anggaran desa ini terserap," kata Imam.

Menurutnya, penambahan rest area ini menggali potensi wisata yang ada di desa tersebut. Sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Desa Oro-Oro Ombo. Apalagi lokasi yang berada di lereng Gunung Panderman ini bisa menyuguhkan panorama Kota Malang dari atas, menjadi salah satu kelebihannya.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, di lokasi Jalibar itu ada sekitar belasan warung. Tidak ada tempat sampah untuk pengunjung jika ingin buang sampah. Beberapa pengunjung juga terlihat asik santai di atas kendaraannya yang diparkir di sisi seberang warung.

Paramita, satu pengunjung asal Kota Malang ini, mengatakan, ia berharap ada lokasi setidaknya untuk bersantai bagi pengunjung. Karena, kalau hujan tidak ada tempat berteduh.

"Kasihan yang naik motor, padahal di sini enak tempatnya, tenang, pemandangannya bagus. Kalau ada semacam rest area pasti enak, bakal betah," kata dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help