Home »

Batu

Malang Raya

Belajar Arti Toleransi, Pelajar MI Darul Ulum Kota Batu Berkunjung ke Vihara Dhammadipa Arama

Sebanyak 213 siswa MI Darul Ulum Kota Batu berkunjung ke Vihara Dhammadipa Arama, Kamis (15/2/2018).

Belajar Arti Toleransi, Pelajar MI Darul Ulum Kota Batu Berkunjung ke Vihara Dhammadipa Arama
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Atthasilani Vihara Dhammadipa Arama menjelaskan Patung Budha Tidur kepada siswa MI Darul Ulum Kota Batu, Kamis (15/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Sebanyak 213 siswa MI Darul Ulum Kota Batu berkunjung ke Vihara Dhammadipa Arama, Kamis (15/2/2018).

Siswa yang dibagi ke dalam beberapa kelompok ini diajak ke beberapa titik untuk belajar tentang toleransi bersama para rohaniawan buddhis atau biksu. Mulai dari ke Patirupaka Shwedagon Pagoda, Upposathagara, sampai ke tempat penampisan para Biksu.

Saat berkeliling di Vihara, siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 ini ada yang mendengarkan ada juga yang diam. Bahkan ada juga selalu aktif bertanya.

"Patung Budha ini kok tidur. Ini terbuat dari emas ya. Kalau malam bangun nggak patung ini," celetuk satu di antara siswa yang ikut berkeliling di Vihara.

Mereka berkeliling tidak sendiri, tetapi juga ditemani oleh Atthasilani dan Samanera di setiap kelompoknya. Atthasilani dan Samanera ini menjelaskan setiap lokasi yang dikunjungi.

Seperti di Patung Budha Tidur, Janna Bojana yang merupakan tempat makan para Biksu, Atthasilani dan Samanera. Serta juga diberitahu tentang ajaran Budha ada tiga yakni WinayA, Suta, dan Abidama.

Para siswa ini terlihat senang karena mendapatkan ilmu baru. Seperti yang diungkapkan oleh Surya Putri Anugraheni, siswa kelas 6 ini mengaku kalau ini pertama kalinya ia ke Vihara ini. Ia jadi bisa belajar tentang agama lainnya, mulai dari ajarannya hingga tempat ibadah.

"Senang bisa tahu kalau ada Patung Budha Tidur. Ini baru pertama kali ke sini, bisa nanti aku ceritakan ke keluarga," kata dia di tengah-tengah saat berkeliling di Vihara.

Karunasarani, Atthasilani yang mendampingi siswa berkeliling, mengatakan selama mendampingi siswa mengatakan, selama ia menjelaskan ini banyak siswa yang masih belum mengerti. Apalagi banyak juga siswa yang diam saja.

"Kesulitannya ya mereka ads yang diam saja, masih malu-malu bertanya. Tapi serunya mereka semua mengerti," kata dia.

Kepala MI Darul Ulum Kota Batu, Ulul Azmi mengatakan, tujuan kunjungannya bersama seluruh siswa mulai kelas I-VI guna terus menumbuhkan semangat toleransi sejak dini. Total ada 213 ditambah 50 pendamping ikut dalam pembelajaran hari ini.

"Selain merespon peristiwa intoleransi yang kembali terjadi. Kami ingin memberikan pemahaman tentang menghargai perbedaan," tutupnya.

Meskipun, lanjut Azmi, ini baru pertama kali, harapan ke depan tidak hanya vihara, bisa Kelenteng Kwan Im Tong Sisir, Pura Giri Arjuno Tulungrejo dan gereja gereja di Kota Batu.

Terpisah, Bante Khantidharo Mahathera mengatakan, pihaknya sangat terbuma lebar terhadap kunjungan dari non umat buddhis. Apalagi tujuannya untuk silaturahmi dan mempererat persaudaraan.

"Bagus untuk saling mengenal. Agama apapun itu jika mengajarkan permusuhan dan kejahatan pastinya neraka hukumannya," ujarnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help