Malang Raya

Elang Jawa Hasil Temuan dan Beli di Pasar Splendid Kota Malang Diserahkan ke BBKSDA

Tiga Elang Jawa yang ada di kandang Lab Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang (UM) diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam

Elang Jawa Hasil Temuan dan Beli di Pasar Splendid Kota Malang Diserahkan ke BBKSDA
IST
Agung Witjoro SPd MKes, Kepala Lab Biologi Universitas Negeri Malang (UM) memasukkan seekor Elang Jawa ke kotak milik BBKSDA, Kamis (15/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tiga burung Elang Jawa yang ada di kandang Lab Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang (UM) diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Kamis (15/2/2018). Penyerahan ini dilakukan oleh Agung Witjoro SPd MKes, Kepala Lab Biologi FMIPA UM.

Meski hanya binatang, Agung sudah sayang dengan binatang itu. Ia mencium kepala salah satu Elang Jawa. "Pagi, siang, malam kan selalu saya lihat. Jadi ya wajar ada rasa kehilangan," ujar Agung kepada SURYAMALANG.COM ketika ditemui di UM, Kamis sore.

Ia mengajak ke kursi tempat ia duduk yang langsung menghadap kandang besar untuk burung-burung itu. Duduk di kursi sederhana itu, ia bisa mengamati perkembangan Elang Jawa. Alasan menyerahkan selain tak memiliki izin juga agar Elang Jawa itu diliarkan dan berkembang biak.

Sebab burung jenis ini nyaris punah. "Kalau diserahkan ke BBKSDA kan memiliki semua sarananya, seperti keeper dan dokter hewan. Sedang di tempat saya juga tidak ada dokter hewan," kata Agung. Ikhwal mendapatkan burung itu ternyata dari ketidaksengajaan.

Yang pertama didapat tiga tahun lalu saat hinggap di tiang listrik di perumahan Tunggulwulung, Kota Malang. Ia melihat burung itu dengan melekat bekas tali yang dilepas. Tali itu masih disimpan sampai sekarang di rumahnya. Sekuriti perumahan diminta mengambilnya dengan galah agar bisa mengait ke talinya.

Kondisinya lemas, lapar dan tidak bisa terbang jauh karena sayapnya tak sempurna. "Saya tahu ini dilindungi dan ancaman hukumannya tinggi sampai lima tahun," tutur dia. Maka burung itu dibawa ke rumah untuk dipulihkan. Sayangnya burung itu ogah makan sendiri.

"Dia terbiasa disuapi nampaknya. Jadi harus disuapi dulu langsung telan. Padahal Elang Jawa tidak seperti itu. Paruhnya untuk mencabik-cabik mangsanya," ceritanya. Karena itu, setiap hari burung itu diberi daging 1/4 kg selama sebulan. Setelah itu dibawa ke kandang lab.

"Bahkan saya membelajarkan dia bertengger," kata dia. Saat ditemukan, warna bulunya cokelat namun sekarang agak hitam. Sedang dua burung Elang Jawa lainnya dibeli di pasar hewan Splendid. Saat itu ia beli ikan keperluan lab. Ada orang menjualnya dekat jembatan Splindid. Burung itu dimasukkan kardus rapat.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help