Magetan

Satpol PP dan Polisi Militer Menyegel 15 Tempat Hiburan di Desa Malang

#MAGETAN - SATPOL PP DAN POLISI MILITER menyegel 15 dari 43 kafe dan karaoke liar di Desa Malang. Ini alasannya-->>

Satpol PP dan Polisi Militer Menyegel 15 Tempat Hiburan di Desa Malang
SURYA/DONI PRASETYO
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Magetan menyegel sebanyak 15 dari 43 kafe dan karaoke liar, kelas melati yang seluruhnya berada dipinggiran kawasan jalan provinsi Maospati - Solo tepatnya di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Senin (19/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Puluhan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibantu sejumlah Polisi Militer dari Sub Den POM Magetan menyegel 15 dari 43 kafe dan karaoke liar di kawasan Jalan Raya Maospati - Solo, tepatnya di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

"Sebenarnya eksekusi penyegelan dilakukan Minggu (18/2-2018) kemarin tapi karena bersamaan dengan tahapan Pilkada Kampanye Damai, baru eksekusi bisa dilakukan hari Senin (19/3-2018)," kata Kepala Bidang Penegakan Perda (Kabid Gakda) Satpol PP dan Pemadan Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magetan
Rachmad Soewastono kepada SURYAMALANG.COM, Senin (19/2-2018).

Menurut Rachmad, ini merupakan peringatan pertama, meski sebelumnya pernah dilakukan, tapi ini pemasangan segel penutupan sementara yang akan dilanjutkan dengan peringatan dua dan tiga, bila sampai diketahui masih ada aktivitas di kawasan Desa Malang ini

"Sesuai Perda 32 tahun 2014, pasal 27, disebutkan sanksi dikenakan melalui tiga tahapan, pertama penutupan sementara, kedua penyegelan dan terakhir pembongkaran,"kata Rachmad Soewastono.

Dikatakan Kabid Gakda ini, di Desa Malang, Kecamatan Maospati ada dua permasalahan yang meresahkan warga, yaitu keberadaan kafe karaoke liar dan prostitusi atau pelacuran ditengah pemukiman.

"Kedua masalah di Desa Malang, Maospati ini sudah lama berlangsung. Selain meresahkan karena efek dari kafe karaoke dan pelacuran, tingkat kriminalitas juga cukup tinggi,"ujarnya.

Meski begitu, lanjut Rachmad, sejauh ini tindakan Satpol PP kepada pemiliki kafe karaoke liar ini masih tindakan prefentif non yustisial, masih pencegahan diluar jalur hukum.

"Tapi kalau sampai diketahui ada titik titik yang masih tidak mengindahkan, dan tetap beroperasi, kita akan lakukan penyidikan sampai tahapan P21. Dan untuk tindakan hukum itu kita punya tenaganya,"ujar Rachmad.

Tindakan penyegelan yang dilakukan Satpol PP sebelumnya terbersit kabar akan ada perlawanan dari pemilik kafe karaoke itu yang melibatkan massa. Sehingga Satpol PP meminta bantuan dari Polsek dan Koramil setempat untuk mengamankan.

Namun hingga penyegelan berakhir, bahkan sampai ke kawasan "Baben" atau eks Lokalisasi Madu Sari, kabar pengerahan massa dari pemilik kafe karaoke dan rumah bordil (pelacuran), kabar itu tidak terbukti. Karena selain dijaga aparat keamanan, ormas keagamaan setempat, juga ikut membantu pemasangan segel ke karaoke liar dan rumah bordil.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved