Malang Raya

Sebagian Seksi Jalan Tol Malang - Pandaan Difungsikan saat Lebaran 2018

JALAN TOL MALANG - PANDAAN. Butuh total lahan 15 hektare. Yang sudah dibebaskan 13,5 hektare. Inilah tahapan dan jadwalnya. Semoga lekas beres.

Sebagian Seksi Jalan Tol Malang - Pandaan Difungsikan saat Lebaran 2018
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Seorang pekerja menunjukkan lahan yang sudah digarap di jalur proyek tol Malang - Pandaan, Selasa (6/6/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) menargetkan pembangunan tol Malang - Pandaan (Mapan) selesai September 2018. Termasuk pembangunan Seksi V yang terentang Pakis - Madyopuro (Kota Malang).

Hal ini disampaikan oleh Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi dan Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo dalam konferensi pers di Balai Kota Malang, Rabu (21/2/2018).

Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi dan jajaran Pemkot Malang bertemu dengan PT JPM di ruang sidang Wali Kota Malang, Rabu (21/2/2018).

Pertemuan itu membahas perkembangan jalan tol Mapan. Wahid yang baru sepekan menjabat sebagai Pjs wali kota ingin mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan jalan tol itu. Karenanya, ia meminta paparan dari investor pembangunan jalan tol itu yakni PT JPM, anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Usai mendengarkan paparan dari pihak JPM, kepada wartawan, Wahid memaparkan perkembangan pembangunan tol Mapan.

Menurutnya, pembangunan tol Mapan di Kota Malang memakai lahan seluas 15 hektare. Dari luas itu, lahan seluas 13,5 hektare sudah dibebaskan.

"Tinggal 1,5 hektare yang sedang diupayakan dipercepat pembebasannya," ujar Wahid. 1,5 hektare itu antara lain meliputi lahan kosong aset Pemkot Malang, tower listrik, juga 51 bidang tanah milik warga di Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Pjs Walkot Malang Wahid Wahyudi, Dirut PT JPM Agus Purnomo, dan Sekda Kota Malang Wasto
Pjs Walkot Malang Wahid Wahyudi, Dirut PT JPM Agus Purnomo, dan Sekda Kota Malang Wasto (sri wahyunik)

Wahid menuturkan, aset Pemkot Malang sudah siap diserahkan ke pemerintah pusat. Sedangkan tower listrik akhirnya tidak mengganggu karena pembangun jalan tol membuar rekayasa sehingga jalan tol bisa mengindari tower listrik tersebut.

"Nah sedangkan untuk yang 51 bidang aset milik warga, saat ini dalam proses konsinyasi. Tadi pihak PN Kota Malang akan membantu agar proses pembayaran pembebasan lahan ini selesai, sehingga bulan Maret proses pembebasan lahan sudah selesai," ujar Wahid.

Jika pembebasan lahan itu selesai, maka pihak pembangun bisa segera membangun jalan tol tersebut. Wahid menuturkan, secara teknik pembangunan jalan itu bisa dilakukan selama lima bulan.

"Kalau bisa September nanti semua konstruksi sudah selesai, untuk semua seksi," tegas Wahid.

Tol Mapan terbagi atas lima seksi yakni Pandaan - Purwodadi (seksi I), Purwodadi - Lawang (seksi II), Lawang - Pakis (seksi III), Pakis - Asrikaton (seksi IV), dan Asrikaton - Malang/Madyopuro (seksi V). Jalan tol ini sepanjang 38,48 kilometer.

Wahid menambahkan, untuk seksi 1 dan 3 ditargetkan bisa melayani angkutan Lebaran pada masa Lebaran 2018 nanti.

"Kalau bisa seksi 1,2 dan 3. Tetapi kalau di seksi 2 ada kendala yakni pembebasan lahan, dan tidak bisa beroperasi, maka untuk layanan angkutan Lebaran sementara memakai seksi 1 dan 3 dulu, dengan melewati jalur arteri. Untuk persiapan itu tentunya nanti kami lakukan rekayasa lalu lintas," tegas lelaki yang juga Kepala Dinas Perhubungan pemprov Jatim ini.

Ia menegaskan, keberadaan jalan tol Mapan merupakan kebutuhan bagi Malang Raya untuk memecah kemacetan, serta melancarkan distribusi barang dan orang antara Surabaya - Malang dan sebaliknya.

"Karenanya seperti usulan dari kami, pembangunan tol ini bisa dilakukan sporadis dan tidak harus dimulai dari arah Pandaan saja, tetapi bisa dari arah Malang," pungkasnya.

Sementara itu, Dirut PT JPM Agus Purnomo menambahkan, pihaknya menargetkan keseluruhan pembangunan jalan tol Mapan bisa selesai September 2018.

"Pada prinsipnya jika pembebasan lahan sudah selesai, kami siap mengerjakan. Tidak harus dari titik nol di Pandaan tetapi bisa dari arah Malang. Kalau proses konstruksi lima bulan selesai," tegas Agus.

Agus mengakui memang ada keterlambatan pembangunan tol Mapan itu. Salah satunya karena faktor pembebasan lahan. 'Kalau pengerjaan konstruksi keseluruhan sudah selesai 47 persen," ujar Agus.

Terkait aset milik warga di Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang yang terkena dampak pembangunan tol, karena kawasan itu akan menjadi jalur interchange tol Mapan di kawasan Madyopuro.

Titik interchange itu berada di simpang tiga yang mempertemukan Jl Ki Ageng Gribig dan Danau Jongge, atau di sekitar Terminal Madyopuro.

"Aset warga itu nanti yang akan menjadi area interchange. Kalau untuk pembebasan lahannya itu kewenangan PPK. Kalau lahan sudah bebas, kami segera kerjakan," tegas Agus.

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso menambahkan, simpang tiga dekat Terminal Madyopuro itu nantinya akan menjadi simpang empat.

"Yang saat ini simpang tiga pertemuan antara Jl Ki Ageng Gribig dan Danau Jongge itu nanti akan menjadi simpang empat. Karena seberang Jl Danau Jongge akan ada jalan baru yakni interchange tol itu," ujar Soni, panggilan akrabnya.

Pemkot Malang, lanjutnya, akan memfasilitasi kualitas jalur interchange tol itu. Antara lain meningkatkan kualitas Jalan Danau JOngge sampai ke Jl Sulfat.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut 2 Puti Guntur Soekarno ketika berkunjung ke Kantor Surya Malang, Rabu (21/2/2018) sore mengeluhkan tentang kemacetan di Malang Raya. Ia mengaku kaget dengan kemacetan yang ia dapati ketika melintasi beberapa jalan di Malang Raya, termasuk ketika melewati Lawang dan Singosari.

"Oleh karena itu keberadaan jalan tol itu sudah sebuah kebutuhan, karena ternyata Malang ini macetnya luar biasa. Tetapi harus juga diingat keberadaan jalan tol yang membikin kemacetan baru, harus dipikirkan juga interchangenya. Jangan ketika kita keluar jalan tol malah ketemu lampu merah, itu pasti menimbulkan kemacetan baru," tegas Puti. 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved