SuryaMalang/

Citizen Reporter

Beskalan Malang, Seni Tradisi Lintas Generasi

DISKUSI TARI - Beskalan: Asal Usul, Teknik, dan Makna Seni petunjukan Tradisional' di Kampung Budaya Polowijen (KBP) Malang.

Beskalan Malang, Seni Tradisi Lintas Generasi
adi harnowo
Beskalan adalah salah satu tari seni pertunjukan tradisional yang tumbuh dan berkembang di wilayah kebudayaan etnik di Malang, Jawa Timur. 

SURYAMALANG.COM - Beskalan adalah salah satu tari seni pertunjukan tradisional yang tumbuh dan berkembang di wilayah kebudayaan etnik di Malang, Jawa Timur.

Keterkaitannya secara sosial kultural memiliki ikatan emosional masyarakat dengan berbagai aspek kehidupan berbudaya, seperti keyakinan, hubungan sosial, pengetahuan, ekonomi, etika dan moral serta dilengkapi dengan berbagai perubahan kondisi jiwa zamannya.

Pandangan ini dikemukakan oleh dosen tari Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang DR. Robby Hidayat, M.Sn, pada bedah buku 'Beskalan: Asal Usul, Teknik, dan Makna Seni petunjukan Tradisional' di Kampung Budaya Polowijen (KBP) Malang, Senin (26/02/2018).

Menurut Robby, tari Beskalan adalah tari khas yang berkembang di Malang Jawa Timur mulai diangkat kembali oleh Chattam AR tahun 1979 sebagai bentuk tari sambutan (tari selamat datang) untuk mengawali sebuah acara formal maupun pertunjukan seperti ludrug, tayub, andhong, atau pagelaran wayang kulit atau Topeng Malang sebagai tari pembukaaan yang maknanya adalah doa tolak balak sehingga acaranya biar lancar.

"Tari Beskalan diiringi dengan gending giro di luar struktur tari kemudian dilanjutkan dengan memulai tarian yang diiringi gending eling-eling yang bermakna mengingat Tuhan, gending krangena yang artinya perbincangan satu dengan lainnya, gending loro-loro erat kaitanya dengan perjodohan dan gending gondel yang bermakna pegangan erat-erat," urainya.

Saat sesi tanya jawab, salah seorang peserta Ana Sopanah mengajukan pertanyaan terkait kostum yang selama ini menjadi kendala ketika mau tampil.

Menanggapi pertanyaan itu, Robby menjelaskan bahwa selagi bisa di pertahankan pakem untuk acara tertentu maka pertahankanlah, selagi ada permintaan di lingkungan yang mengharuskan beradaptasi dengan lingkungan, misalnya sang penari atau tempatnya mayoritas menggunakan busana muslim, maka berkreasi dan sesuaikanlah asal memberikan penjelasan sebelumnya kepada pemirsa.

Robby mengakui, di era generasi milenial dan jaman now seperti ini, tidaklah mudah generasi muda mudi mempertahankan seni tradisi dan mewarisi generasi jaman sebelumnya.

"Dibutuhkan kearifan dan sikap bijak saling memotivasi dan memfasilitasi untuk uri-uri budaya agar seni tradisi yang merupakan hasil cipta karya dan karsa lestari selamanya," tutupnya.

Kegiatan bedah buku ini mendapat apresiasi dari warga Kampung Budaya Polowijen (KBP). Sebagai wujud apresiasi, warga KBP bersama peserta ikut menari tarian Beskalan putri secara kolosal sebelum acara bedah buku dimulai.  Adi Harnowo

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help