Surabaya

Meski Sering Didenda Rp 80.000, Driver Transportasi Online Tetap Penuhi Trotoar

PENGEMUDI TRANSPORTASI ONLINE tahu pasti gelagat akan ditilang jika parkir di bahu jalan yang sebetulnya dilarang.

Meski Sering Didenda Rp 80.000, Driver Transportasi Online Tetap Penuhi Trotoar
nuraini faiq
TILANG - Para pengemudi transportasi online -- motor maupun online-- masih biasa kelesotan dan parkir di sepanjang frontage road Jalan Ahmad Yani, Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Para pengemudi transportasi online -- motor maupun online-- masih biasa kelesotan dan parkir di sepanjang frontage road Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Mereka memarkir begitu saja motor mereka di bahu jalan. 

Kondisi ini biasa terlihat di sepanjang frontage road depan Royal Plaza atau depan mal City of Tomorrow (Cito) Bundaran Waru. 

Pantauan SURYAMALANG.COM, Senin (5/3/2018), belasan pengemudi ojek online duduk di trotoar dan motornya diparkir di bahu jalan.

"Nanti kalau ada petugas ya kami mengalah pergi," kata Abdul Rohman, salah satu pengemudi ojek online yang biasa mangkal di Cito.

Mereka sebetulnya menyadari, tindakan itu melanggar aturan. Sebab, di sepanjang jalan itu sudah dipasang rambu-rambu larangan parkir. Bahkan rambu larangan berhenti juga ada di jalan tersebut.

Saat ditemui, para pengemudi ojek online mengaku hanya sesaat sambil menunggu order melalui aplikasi mereka.

"Penumpang di mal memang lebih banyak yang menggunakan ojek online," kata Wahyudi, pengemudi yang lain. 

Biasanya, para pengemudi itu memanfaatkan kursi bangku panjang yang ditanam di trotoar. 

Mereka bergerombol di bangku trotoar itu. Sebagian duduk di bangku dan sebagian yang lain klesotan di trotoar. Saat ini mereka seperti kucing-kucingan dengan petugas.

Jika tidak ada petugas dan merasa aman akan tetap berlama-lama di lokasi itu. Bahkan biasanya diikuti rekan mereka dan bergabung di lokasi yang sama, trotoar depan mal.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help