Kota Batu

Kota Batu Hanya Punya 3 Tempat Pembuangan Sampah Terpadu

KOTA BATU - Hanya ada 3 Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Dadaprejo, Desa Pandanrejo, dan Kelurahan Temas.

Kota Batu Hanya Punya 3 Tempat Pembuangan Sampah Terpadu
sany eka putri
Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Kota Batu saat ini sangat membutuhkan yang namanya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Terlebih di Kota Batu baru ada 3 TPST, yakni di Kelurahan Dadaprejo, Desa Pandanrejo, dan Kelurahan Temas.

Keberadaan TPST ini dibutuhkan karena kondisi TPA Tlekung yang setiap hari menerima sampah sebanyak 80 ton.

Dalam hal ini Pemkot Batu menggencarkan agar minimal di setiap desa/kelurahan memiliki TPST karena dengan adanya TPST setidaknya jumlah sampah yang dibawa ke TPA Tlekung ini berkurang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Arief As Siddiq mengatakan karena sampah yang dibawa ke TPST akan dipilah terlebih dahulu sebelum dibawa ke TPA Tlekung.

"Di TPST itu kan ada yang memilah, memilah sampah berdasarkan kategori sampah. Jadi bisa berkurang yang di bawa ke TPA. Ya keberadaan TPST ini sangat dibutuhkan," kata Arief, Selasa (6/3/2018).

Bahkan, lanjutnya kalau bisa sampah itu tidak perlu lagi dibawa ke TPA. Apabila setiap TPST memiliki alat untuk memilah sampah. Seperti mengubah sampah organik menjadi pupuk, memilah sampah yang bisa didaur ulang.

Dikatakannya, jika idealnya setiap desa memiliki TPST, manfaat yang didapat juga beragam, tidak hanya bisa mengurangi jumlah sampah, tetapi juga bisa menghasilkan hal yang bermanfaat.

"Semisal menghasilkan pupuk. Manfaatnya untuk mereka sendiri. Nah sejauh ini mereka masih belum memahami pentingnya keberadaan TPST," imbuh Arief.

Selain itu, faktor lainnya yang membuat desa/keluarahan belum mampu memiliki TPST ialah besarnya anggaran untuk membangun TPST. Setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 600 juta.

Hal itu dikarenakan setiap TPST memiliki sarana pemilah sampah. Seperti halnya di TPST Kelurahan Dadaprejo, di sini ada 3 mesin pemilah sampah. Meskipun terbilang kecil, tetapi alat ini sangat berfungsi.

Tiga alat itu adalah mesin merubah sampah organik menjadi pupuk, mesin pencacah, dan mesin pengayak pupuk.

Satu di antara petugas pemilah sampah, Anis Suciati mengatakan dalam sehari sampah masyarakat Kelurahan Dadaprejo yang dibawa ke TPST sekitar tiga sampai empat kendaraan tosca.

"Yang dibawa ke TPA satu kontainer tidak sampai penuh. Ya berkurang lebih sedikit," kata dia.

Namun, di TPST ini kurang SDM sebagai tenaga pemilah sampah. Ada sekitar 8 orang yang memilah sampah di TPST Kelurahan Dadaprejo.

Jumlah itu dirasa sangat kurang, apalagi jika dihari libur sampah yang dibawa ke TPST ini lebih banyak.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help