Surabaya

Perawat Tersangka Pencabulan Pada Pasien Gugat Prapradilan, Ini Fakta Baru Versi Kuasa Hukum

ZA secara resmi memasukan surat gugatan prapradilan terhadap Kapolrestabes Surabaya ke Pengadilan Negeri (PN) setempat, Selasa (6/3/2018) siang.

Perawat Tersangka Pencabulan Pada Pasien Gugat Prapradilan, Ini Fakta Baru Versi Kuasa Hukum
SURYAMALANG.COM/Pipit Maulidiya
ZA setelah ditetapkan jadi tersangka saat digiring di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (27/1/2018) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Masih ingat kasus dugaan pelecehan seksual ZA, mantan perawat National Hospital Surabaya?

Kabar terbaru terkait kasus ini baru saja terjadi. 

ZA secara resmi memasukan surat gugatan prapradilan terhadap Kapolrestabes Surabaya ke Pengadilan Negeri (PN) setempat, Selasa (6/3/2018) siang.

Kuasa hukum ZA, M Sholeh mengatakan, proses penetapan ZA sebagai tersangka penuh kejanggalan.

ZA tidak pernah melakukan tindakan asusila.

"ZA ini dijebak untuk mengakui perbuatan yang tak pernah dilakukan, tapi dia mau minta maaf supay masalahnya cepat selesai. Ternyata permintaan maaf tersebut direkam dan disebarkan ke medsos, " ujar M Soleh, kuasa hukum ZA saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (6/2/2018).

Sholeh menjelaskan, tuduhan perbuatan asusila ZA terjadi pada 23 Januari 2018 di National Hospital. Namun ZA diminta menemui korban yang difasilitasi rumah sakit pada 25 Januari 2018. Artinya ada dirasi waktu 24 jam setelah kejadiannya.

"Jadi saya bertanya, apa logis orang yang mendapat tindakan pelecehan seksual diam saja. Baru setelah 24 jam dipermasalahkan," tanya Sholeh.

Selain itu, Sholeh juga mempertanyakan mengapa penyidik Polrestabes Surabaya tidak pernah menyita rekaman CCTV milik National Hospital soal pertemuan ZA, korban dan pihak rumah sakit ketika ada permintaan maaf.

"Klien saya juga tidak lari dan bersembunyi, tapi dikatakan kabur. Keberadaan di hotel juga atas permintaan orang rumah sakit, sepertinya dijebak," ucap Sholeh.

Halaman
12
Penulis: fatkhulalami
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help