Kota Batu

MCW Curigai Kongkalikong Pemkot Batu dan Pengembang soal Rumah Singgah Rp 4,2 Miliar

RUMAH SINGGAH Rp 4,2 MILIAR DI KOMPLEKS ELIT. Pemkot Batu membangunnya di Kota Malang, berdalih untuk mahasiswa. Ada kongkalikong?

MCW Curigai Kongkalikong Pemkot Batu dan Pengembang soal Rumah Singgah Rp 4,2 Miliar
google street view
Perumahan Ijen Nirwana, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Pembangunan Rumah Singgah oleh Pemkot Batu di Perumahan Ijen Nirwana, Kota Malang, dirasa terlalu mewah.

M Fahrudin, Koordinator Malang Corruption Watch (MCW), mengatakan, bangunan itu memakai dana APBD senilai Rp 4,2 miliar. Bangunan rumah singgah itu menempati lahan sekitar 762 meter persegi.

"Yang perlu diperhatikan itu pengadaan tanahnya karena tidak jelas, tidak ada di dalam pengadaan (lelang). Tapi kalau pembangunannya ada di pengadaan LPSE," kata Fahrudin saat dikonfirmasi, Jumat (9/3/2018).

Selain itu, ia menyoroti alasan pembangunan itu untuk mahasiswa tapi lokasinya di kawasan elit.

"Kalau mahasiswa yang tidak punya kendaraan kan bisa jalan kaki. Tapi kalau di sana, akan menyulitkan. Apalagi di sana berada di kawasan elit. Nah ini yang perlu digali. Apakah itu ada kongkalikong antara pihak pengembang dengan pihak Pemkot Batu," ungkap dia.

Ia berharap, Pemkot Batu tidak memanfaatkan pembangunan itu untuk kepentingan yang lain. Serta tidak sampai ada penyalahgunaan. 

"Kembali lagi, harus dilihat dari urgensinya apa," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Batu tahun 2015 membangun rumah singgah di Kota Malang dan rampung setahun lalu.

Alasannya, untuk mahasiswa asal Kota Batu yang kuliah di Kota Malang.

Namun, hingga kini rumah singgah itu belum ditempati. 

Kepala Bidang Aset Pemkot Batu, Harul Sunaryo, mengaku belum meninjau lokasi.

Rencananya, meninjau bersama pejabat terkait dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. 

"Sebelum diserahkan, kami ingin tahu bersama-sama meninjau lokasi itu. Apakah sesuai spesifikasi atau tidak," kata Harul.

Ia ingin, begitu diserahkan, semua sesuai spesifikasi sebelum diteruskan ke Dinas Pendidikan. 

"Kalau memang untuk mahasiswa berarti ya Dinas Pendidikan. Ya sesegera mungkin agar segera difungsikan," ujarnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved