Travelling

Bukan Destinasi Wisata, Tapi Pulau Sempu Masih Belum Steril dari Wisatawan, Siapa yang Salah?

Petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) CA Pulau Sempu menggagalkan sembilan orang wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Sempu

Bukan Destinasi Wisata, Tapi Pulau Sempu Masih Belum Steril dari Wisatawan, Siapa yang Salah?
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Perairan di sekitaran Sendangbiru Kabupaten Malang dan Pulau Sempu. 

SURYAMALANG.COM, SUMBERMANJING WETAN - Cagar Alam (CA) Pulau Sempu ternyata belum steril dari kunjungan wisatawan. Dengan menyandang status CA, Pulau Sempu yang berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang itu bukanlah kawasan wisata.

Kawasan itu boleh dikunjungi hanya untuk kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan peningkatan kesadartahuan masyarakat, penyerapan/penyimpanan karbon serta pemanfaatan sumber plasma nutfah untuk kepentingan budidaya.

Bahkan pada bulan September 2017 lalu, BBKSDA Jatim secara khusus membuat surat edaran (SE) Nomor 02/K.2/BIDTEK.2/KSA/9/2017 Tentang Larangan Aktivitas Wisata Ke Cagar Alam Pulau Sempu. Meskipun sudah ada larangan itu, rupanya masyarakat tetap nekat hendak berkunjung ke Pulau Sempu.

Seperti yang terjadi Kamis (8/3/2018) lalu. Petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) CA Pulau Sempu menggagalkan sembilan orang wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Sempu. Tujuan mereka hendak berwisata ke pulau itu.

Mengutip dari berita yang diunggah petugas BBKSDA di laman BBKSDA Jatim, Kepala RKW CA Pulau Sempu Setyadi mengatakan wisatawan yang digagalkan itu akhirnya diberi sosialisasi mengenai keberadaan dan fungsi CA Pulau Sempu.

"Kami akhirnya minta mereka supaya juga menyosialisasikan hal ini kepada teman dan kerabat. Wisatawan yang tertangkap tangan hendak berkunjung ke Sempu kebanyakan dari Luar Malang," ujar Setyadi.

Sedangkan menurut Kepala Seksi KOnservasi Wilayah VI Mamat Ruhimat, kunjungan wisatawan ke Pulau Sempu sudah turun drastis sejak SE tersebut dikeluarkan.

“Petugas RKW Pulau Sempu tetap melakukan patroli secara rutin ke dalam kawasan cagar alam, sambil membersihkan sampah-sampah lama yang masih tertinggal. Kondisi Sempu sekarang jauh lebih bersih dari sampah,” ujar Mamat.

Mamat tak memungkiri masih adan masyarakat yang secara diam-diam masuk ke dalam kawasan saat petugas lengah. Bahkan papan larangan berkunjung ke Pulau Sempu yang dipasang di dekat penyeberangan Sendangbiru juga hilang.

“Untuk papan larangan tersebut segera kami gantikan, karena fungsinya selain peringatan juga sebagai informasi bahwa Pulau Sempu itu cagar alam,” pungkasnya.

Pulau Sempu, sebuah pulau seluas 877 hektare memiliki keindahan berupa danau di dalamnya. Pulau ini berada di tengah laut di seberang selat Sendangbiru. Pulau ini menjadi benteng alam daratan dan selat dari gempuran laut selatan. CA Sempu juga menjadi laboratorium alam di Pulau Jawa. Saat ini hanya tersisa Sempu yang berstatus CA di pesisir selatan Jawa.

Wisatawan yang nekat masuk ke kawasan itu biasanya lewat Sendangbiru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Dari pantauan SURYAMALANG.COM di Sendangbiru, ada sejumlah perahu yang bisa disewa oleh wisatawan untuk mengantar ke bibir hutan Pulau Sempu.

Padahal wisatawan bisa secara bebas menikmati Pulau Sempu dari atas perahu wisata sambil berkeliling Sendangbiru tanpa perlu masuk ke kawasan Pulau Sempu.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help