Malang Raya

Inilah Penyebab Kemacetan di Kota Malang pada 11 Maret 2018, Bagaimana Sikap Dinas Perhubungan?

Dinas Perhubungan Kota Malang mengakui terjadi kemacetan cukup luar biasa di Kota Malang, Minggu (11/3/2018) pagi hingga sekitar pukul 14.30 WIB.

Inilah Penyebab Kemacetan di Kota Malang pada 11 Maret 2018, Bagaimana Sikap Dinas Perhubungan?
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Kemacetan di Jalan Merdeka Utara, Kota Malang, Minggu (11/3/2018) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengakui terjadi kemacetan cukup luar biasa di Kota Malang, Minggu (11/3/2018) pagi hingga sekitar pukul 14.30 WIB.

Hal ini terjadi karena ada tiga kegiatan yang melibatkan massa sejak pagi. Dua kegiatan itu di antaranya Car Free Day dan haul akbar Malang di Jl Aris Munandar Kota Malang.

Haul akbar itu diikuti oleh puluhan ribu orang sejak Sabtu (10/3/2018) hingga Minggu (11/3/2018) siang.

"Memang kemacetan hari ini cukup luar biasa, sehingga kami harus mengerahkan personel lebih banyak. Karena ada tiga kegiatan bersamaan. Khusus untuk haul akbar, awalnya kan ada informasi Panglima datang sehingga sepertinya itulah membuat jamaah lebih banyak yang datang," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan Kota Malang Gamaliel Raymond Matondang kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (11/3/2018).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto diundang ke Haul Akbar Ponpes Darul Hadist itu. Namun Hadi tidak menghadiri acara itu. Meski begitu, panitia haul akbar menyebut haul akbar 2018 ini dihadiri oleh 50 ribu orang.

Raymond menegaskan haul akbar tahunan itu selalu mengantongi izin, baik dari Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, juga Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, juga dari Kepolisian. Izin dari Dinas Perhubungan terkait pemakaian bahu jalan sebagai area parkir.

Kemacetan ketiga acara itu, paling parah terjadi di seputaran haul akbar. Dari pantauan Surya, kemacetan terjadi di seputaran Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Jl Majapahit, Jl Basuki Rahmat mulai dari PLN sampai Kayutangan. separo ruas Jl Semeru, juga di seputaran Pasar Besar, juga jalan di seputaran perempatan lampu merah Kasin.

Kemacetan di kawasan ini baru terurai mulai dari pukul 13.00 Wib hingga 14.30 Wib setelah haul selesai. Dishub Kota Malang mengevaluasi, ada beberapa faktor penyebab kemacetan itu. Faktornya antara lain terjadinya tiga kegiatan melibatkan massa dalam waktu hampir bersamaan meskipun di lokasi berbeda, jumlah massa di luar perkiraan, juga parkir sembarangan.

Panitia haul akbar, misalnya, telah menyediakan lokasi parkir di seputaran Jl Aris Munandar, Ramayana, juga halaman Pendopo Bupati Malang di Jl Agus Salim, juga di depan Masjid Jami Kota Malang, serta di bahu jalan seputaran Alun-Alun dan bahu jalan di depan Bank Mandiri sampai ke arah timur.

Hanya saja ada beberapa ruas jalan yang seharusnya tidak menjadi lokasi parkir, akhirnya dipakai untuk parkir, seperti di Jl Majapahit.

"Harusnya Jalan Majapahit itu bukan untuk parkir, ternyata dibuat parkir bus besar," imbuhnya.

Dari pantauan Surya, di sepanjang kanan dan kiri Jl Majapahit memang dibuat parkir, baik mobil maupun bus besar. Armada ini merupakan kendaraan jamaah yang mengikuti haul akbar.

"Selain itu juga, tahun ini haul akbar digelar hari Sabtu dan Minggu. Biasanya kan halaman gereja dipakai untuk parkir kalau haul bukan hari Minggu, karena sekarang barengan hari Minggu jadi tidak bisa dibuat parkir," imbuhnya.

Sebagai evaluasi ke depan, katanya, pihaknya akan meminta panitia atau penyelenggara kegiata melibatkan massa jumlah banyak untuk menentukan secara detil kantong parkir kendaraan. Penyediaan kantong-kantong parkir ini menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan pemakaian bahu jalan sehingga kemacetan bisa ditekan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved