Selebrita

Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta Datang ke Malang, Bicara Tentang Gaya Pacaran yang Benar

Novelis Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abik hadir di kajian Islam yang diadakan YDSF Malang di Masjid A Yani, Jl Kahuripan, Kota Malang

Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta Datang ke Malang, Bicara Tentang Gaya Pacaran yang Benar
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Penulis novel Habiburrahman El Shirazy saat di Masjid A Yani Kota Malang dengan kajian Islam "Ketika Cinta Berbuah Surga", Minggu (11/3/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Novelis Habiburrahman El Shirazy atau yang akrab disapa Kang Abik hadir di kajian Islam yang diadakan YDSF Malang di Masjid A Yani, Jl Kahuripan, Kota Malang, Minggu (11/3/2018). Panitia memberikan tema kajian 'Ketika Cinta Berbuah Surga'. Massa yang hadir adalah 80 persen didominasi mahasiswa.

Ini adalah novel pertama Kang Abik yang diterbitkan pada 2003 lalu. "Buat menarik saja kajian ini," jelas Hairunisa Rismawati, ketua panitia yang juga komunikasi korporat YDSF Malang kepada SURYAMALANG.COM. Kang Abik menekankan cinta yang mendekatkan pada Allah.

"Cinta pada lawan jenis sudah ada garisnya sesuai sunnah nabi dan Allah," kata dia. Ia berharap, dalam penyampaian materinya, para muda lebih terarah hidupnya. Bahwa dalam negara yang barokah dimulai dari keluarga yang barokah.

Ia juga meminta agar apa yang didapat saat ini dengan mensyukuri nikmat Allah. "Apa di antara kita pernah ada yang minta tidak diketipkan matanya kepada Allah? Dalam setiap ketipan ada faedahnya. Jika dinilai, nilainya sudah berapa. Namun Allah selalu menjaga kita," jelas penulis novel Ayat-Ayat Cinta.

Sehingga nikmat Allah tidak bisa terhitungkan dan Dia hanya minta ke umatnya selalu mensyukuri apa yang diberikannya. Namun seringnya orangtua kurang membicarakan masalah akhirat ke anaknya. Semua harapan lebih kepada duniawi. Misalkan anaknya mendapat pekerjaan baik, jodoh dll. Sementara akhirat lebih lama.

Sehingga manusia di dunia harus mempersiapkan lebih banyak amalan di dunia untuk akhirat nanti.

"Yang usia 21 tahun, ojok nggaya usianya akan sampai 70 tahun. Karena banyak juga yang meninggal saat usia muda. Untuk dicintai Allah, maka lakukan taubat dan bersuci.

"Seperti halnya hubungan antar manusia. Kalau mau berteman, ya baiklah dan sukailah," kata dia.

Sedangkan ketika melakukan ibadah juga harus dilandasi cinta sehingga menjalankan dengan ihklas. Begitu juga saat puasa. Jangan karena ingin dapat jodoh puasa. Namun karena Allah agar lebih merasakaan manfaatnya.

"Cinta yang memberi manfaat pada dunia dan akhirat nanti yang sampai memberi surga," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help