Travelling

Pendaki Asal Probolinggo Alami Hipotermia di Gunung Panderman Kota Batu

Pendaki asal Kecamatan Gending, Probolinggo, mengalami kedinginan akut (hipotermia) di Gunung Panderman, Kota Batu.

Pendaki Asal Probolinggo Alami Hipotermia di Gunung Panderman Kota Batu
IST
Proses evakuasi pendaki asal Probolinggo yang mengalami hipotermia di Gunung Panderman Kota Batu, Minggu (11/3/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pendaki asal Kecamatan Gending, Probolinggo, mengalami kedinginan akut (hipotermia) di Gunung Panderman, Kota Batu.

Pendaki atas nama Hanes Kristiawan ini alami hipotermia saat hendak turun dari Gunung Panderman dan berhenti di Latar Ombo pos dua.

Berdasarkan data yang dihimpun SURYAMALANG.COM dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Batu, pendaki berusia 18 tahun itu mendaki Gunung Panderman Sabtu (10/3/2018) pukul 16.00.

Dan karena merasa tidak kuat akhirnya memilih turun.

Di tengah-tengah perjalanan, karena pendaki merasa salah jalur, ditambah saat itu kondisi hujan lebat, pendaki itu memilih berhenti dan mendirikan tenda untuk berteduh.

Koordinator TRC Kota Batu Suhartono mengatakan pemdaki itu tertidur di tenda hingga pukul 23.00 WIB.

"Di saat itu pendaki merasa kedinginan saat turun dan sampai di Latar Ombo atau pos kedua Gunung Panderman," kata dia saat dikonfimasi, Minggu (11/3).

Untungnya, ada pendaki lain yang melihat keadaan Hanes.

Pendaki lain yang mengetahui hal itu langsung melapor ke pos pantau Gunung Panderman.

Ia menjelaskan, pendaki yang mengalami hipotermia itu berhasil dibawa ke Pos Panderman Minggu (11/3/2018) sekitar pukul 02.00.

Ia langsung di bawa ke UGD Rumah Sakit Hasta Brata.

"Jam enam pagi tadi sudah dikembalikan ke tempat tinggalnya. Dan sudah pulih kembali kondisi tubuhnya.

"Hanya sempat mengalami luka di bagian kaki, tangan, dan dagunya sobek sedikit. Karena pas ditemukan dia sudah terjatuh. Tidak ada kesulitan saat mengevakuasi pendaki ini," imbuhnya.

Dikatakannya pendaki yang masih dalam masa magang di Kota Malang ini sering mendaki seorang diri. Tetapi di gunung yang tidak terlalu tinggi ketinggiannya.

Dilihat dari perlengkapan mendaki, semua perleNgkapan lengkap. Mulai dari tenda, alat masak, sleeping bag, logistik, dan lainnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved